Skip to main content

Samad Jadi Tersangka, Pengganti Samad : 'Bukan urusan kami'. Disitu Kadang Saya Merasa Sedih

Abraham Samad resmi dicopot dari jabatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu lalu (18/2/2015). Dengan cepat, "petugas partai" itu lalu menunjuk Taufiqurrahman Ruki sebagai Plt Ketua KPK.

Diketahui bahwa salah satu tugas prioritas Plt pimpinan KPK adalah menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri yang di duga karena Jokowi tunjuk Budi Gunawan (BG) jadi calon Kapolri yang langsung di jadikan tersangka korupsi oleh lembaga antirasuh di bawah komando Abraham Samad ketika itu.

Itulah yang mungkin membuat Abraham Samad resmi jadi tersangka terkait kasus pemalsuan dokumen. Atas kasus hukum yang menimpa Samad, Plt Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki (Pengganti Samad) ogah ikut campur proses hukum Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang sudah ditetapkan jadi tersangka oleh Polri.

"Bukan urusan kami, itu urusan penyidik Polri," kata Ruki di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2), dilansir merdeka.com.

Duh! Padahal kasus yang menimpa Abraham Samad sebagai tersangka adalah kasus remeh temah dan terkesan dibuat-buat, yaitu kasus pemalsuan dokumen. Kasus pemalsuan dokumen itu terjadi pada tahun 2007, Samad disebut memalsukan KTP, Paspor dan Kartu Keluarga yang melibatkan Feriyani Lim. (Baca, Buwas: Samad Cukup di periksa Polsek saja)

Sekarang nasib Abraham Samad sepeti tak ada yang peduli dan memikirkannya.... "Disitu kadang saya merasa sedih."

Padahal jika Jokowi mau, kasus Samad bisa di berhentikan seperti yang di lakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dulu yang selamatkan penyidik KPK Novel Baswedan dari kasusnya di Polri sebagai tersangka. Toh SBY aman - aman saja. Mungkin Jokowi "tidak mau sok di atas hukum" seperti ucapannya dulu.

Dan yang perlu di ketahui - lagi - Samad adalah orang yang sempat menyanjung Jokowi dengan menobatkan sebagai "Kepala Daerah Terbersih". Tapi apa yang dilakukan Jokowi kepada Abraham Samad? He he.. "Disitu kadang saya merasa sedih." [piyungan/pkn]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...