Skip to main content

Ingat! KPK Bukan Didirikan Megawati

Kalau ada yang menyatakan atau berpendapat bahwa Megawati adalah pendiri KPK adalah salah besar ! Sebagaimana di ketahui bahwa PDIP dan Megawati selalu mengaku sebagai pendiri KPK dan itu merupakan prestasi besar Megawati ….saya di sini menyatakan bahwa itu salah dan bohong besar!

KPK di dirikan atas amanat undang-undang No. 30 tahun 2002. Dalam uu tersebut di perintahkan atau di amantkan sehubungan dengan semakin merajalelanya korupsi di negeri ini maka UU No. 30 2002 memerintahkan agar pemerintah yang saat itu di pegang oleh Megawati untuk membenduk lemabaga anti korupsi yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada saat UU tersebut dikeluarkan dan di sahkan oleh DPR maka pemerintahan Megawati diharuskan untuk sesegera mungkin membentuk KPK namun Megawati terus mengulur waktu bahkan sampai banyak BUMN - BUMN yang dijual kpd pihak asing dan kebijakan2nya yang selalu pro asing dan byk terjadi KKN. Melihat itu semua DPR kala itu mengancam akan meng-impech Megawati kalau KPK belum juga di bentuk dan disahkan. Karena Megawati takut akan di impech maka baru bulan desember 2003 KPK akhirnya dibentuk dan disahkan.

Jadi itulah sejarah sebenarnya jadi kalau Mega mengklaim bahwa KPK didirikan atas kerja dan jasa dia bersama PDIP saya katakan itu bohong besar! Sekali lagi saya katakan bahwa KPK di bentuk atas dasar perintah dan amanat undang-undang!

16 desember 2003 berdasarkan usulan dan pilihan Megawati dan PDIP Taufiequrachman Ruki di lantik menjadi pimpinan KPK bersama Sjahruddin Rasul, Tumpal H. Panggabean, Amien Sunaryadi, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Namun pada saat itu KPK pimpinan taufiequrahman ruki ini dalam memberantas korupsi selalu timbang pilih dalam tindakannya dimana koruptor2 yg dilakukan oleh anggota2 PDIP tidak serius ditangani. Dan dianggap gagal!

Namun sekarang tahun 2014 PDIP mengkriminalisasi KPK bahkan berencana mau melumpuhkan KPK dengan tujuan untuk melindungi ketua dan kader2 serta kroni2nya yang terlibat korupsi seperti kasus blbi, kasus migas, kasus pmn dll agar kasus2 tersebut tidak disinggung dan tidak diproses lebih lanjut. Dalam hal ini PDIP bekerja sama dengan para koruptor2 kelas kakap.

Langkah2 yang dilakukan oleh Mega dan PDIP adalah menjadikan para pendukung korupsi, bahkan para koruptor dijadikan sebagai pimpinan lembaga penting di negara dan kabinetnya. Seperti Jaksa agung, Kapolri, Menko2 , Menteri BUMN, dll. Setelah berhasil membenturkan KPK dengan Polri PDIP berhasil mejadikan semua pimpinan KPK menjadi tersangka sehingga pimpinan KPK diberhentikan dan digantikan dengan pimpinan baru yang nyata2 justru adalah orang2 mereka dan diantaranya merupakan orang yang anti KPK dan pendukung koruptor. Seperti Jokowi mengangkat Indriyanto Seno adji.

Indriyanto Seno Adji paling terkenal selalu menyerang dan anti KPK. Indryanto pernah mewakili koruptor kelas kakap untuk membatasi peran KPK dengan melakukan uji materi di MK. Di samping itu Indritanto selalu menjadi pembela/penasehat hukum para koruptor dan membelanya mati2an, seperti : pembela mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh yang korupsi 13.6 milyar, dia juga mejadi pembela Paul Sutopo, Heru Supratomo, Hendro Budianto yang merupakan penjahat2 perbangkan dan penyalahgunaan kekuasaan dalam otoriitas keuangan.dan masih banyak para koruptor yang dijadikan sebagai penasehat hukum mereka.

Jadi sangat jelas bahwa negara ini oleh Jokowi dan Mega serta PDIP menjadikan lembaga hukum dipimpin oleh orang2 bermasalah, para pendukung koruptor.

Rekan2 sekalian……jangan berharap banyak kepada KPK dalam pemberantasan korupsi. Dan semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi rekan2 sekalian. Saya hanya berharap agar rekan2 sekalian jangan sampai tertipu oleh muka manis, tutur kata halus, indah dan pintar, serta penampilan lugu padahal hati mereka busuk, sadis dan kejam seperti iblis.

Dan pada akhirnya kalaulah rekan2 sekalian tidak setuju atau tidak menginginkan saya selalu membuat status di sini saya minta maaf karena saya hanya bertujuan agar kita semua tidak gampang di tipu dan dibohongi oleh para penguasa yang bukannya melindungi rakyat tapi justru menindasnya.

Salam Merdeka !
Joki Prasetyo

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...