Skip to main content

Ejek Rambut Ki Kusumo Kayak Buah Nanas, Ki Kusumo Ajak Duel Demian



Efek twitwar hingga berlanjut ke duel fisik sepertinya sedang marak terjadi. Setelah pemilik akun @Panca66 (anti Jokowi) dan @Redinparis (Jokower) terlibat adu jotos, kali ini hal itu merembet ke kalangan selebritis.

Itu setelah konflik antara Ki Kusumo dan Demian Aditya kian meruncing. Tak hanya berseteru lewat lini masa, aktor sekaligus produser tersebut juga menyambangi apratemen Demian di kawasan Jakarta Selatan. Ki Kusumo yang juga dikenal sebagai paranormal ingin mengajak pesulap Demian menyelesaikan secara laki-laki.

“Bahwa di sini saya tidak akan bicara soal hukum berdasarkan hukum yang berlaku, tapi akan bicara hukum versi saya, yaitu hukum rimba. Tandatangan, nggak saling menuntut, kita selesai, kita duel,” ujar Ki Kusumo kepada wartawan, kemarin.

Emosi Ki Kusumo memuncak itu lantaran merasa tak tahu-menahu masalah Demian dengan orang lain, tapi tiba-tiba dirinya yang kena sasaran. “Saya tidak tahu dia punya masalah sama siapa, di televisi dia bilang ditipu paranormal. Harusnya itu urusan dia sama paranormal yang bersangkutan, jangan sama ratakan semua paranormal,” ujarnya.

Buntut sakit hati dengan suami Sara Wijayanto lantas di tumpahkan keakun Twitter miliknya. Celakanya, pria yang juga beristrikan paranormal tersebut mulai bercuit tentang Ki Kusumo. Bahkan Demian menyentil gaya rambut Ki Kusumo yang dinilainya mirip dengan buah nanas.

“Waktu itu sudah saya peringati tapi malah mengejek saya. Saya makin emosi. Ingat, dia tak hanya berurusan dengan saya, tapi juga dengan Komando Pejuang Merah Putih (KPMP).”

Sebelumnya, Demian membuat kicauan bahwa semua paranormal itu penipu. Ternyata, pernyataan ilusionis tersebut menyinggung Ki Kusumo. [rol]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...