Skip to main content

Inilah Nasib Malang Gadis Kecil Suriah


Bagi gadis suriah bernasib malang, hal ini bukan merupakan perkara yang besar, karena banyak anak-anak di Suriah yang memiliki nasib yang sama seperti dia bahkan lebih buruk.

Namun apabila ini terjadi pada kita apakah kita sanggup untuk menerimanya?
Bercerminlah pada diri.

Saudaraku, dimanakah kita saat ribuan muslim Suriah menderita dan mengharapkan pertolongan dari saudara tertuanya Muslim Indonesia, apa kita akan terus mengecewakan mereka…?

Sehubungan dengan datangnya musim dingin di Suriah, GPS mengajak Muslimin Indonesia untuk berpartisipasi dalam membantu meringankan beban mereka dengan membuka DONASI 1000 PAKAIAN MUSIM DINGIN untuk Muslimin Suriah.

Satu Paket Donasi senilai Rp 300.000,- yang terdiri dari:

1. Selimut
2. Dua jaket anak-anak
3. Topi penghangat
4. Sepasang kaos kaki

Donasi yang telah terkumpul akan dibelikan perlengkapan musim dingin di Turki. Paket musim dingin dititipkan kepada Relawan Misi Medis Suriah untuk kemudian didistribusikan ke area-area yang sangat membutuhkan.

Rek GPS : Mandiri 117-00-06326730 A.N Muhammad Randy Bimantara

Konfirmasi : email ke GaulPeduliSyam@gmail.com

Laporan keuangan, dokumentasi dan penyaluran dapat dilihat pada situs www.GaulPeduliSyam.com

note: Paling tidak dengan membagikan informasi ini, kita sudah membantu. Walau, alangkah lebih baik membantu materi dan berbagi kabar ini :)

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...