Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2015

Duh! Situs Pendukungnya Ikut Diblokir, Jubir BNPT Tepuk Jidat

Dari sejumlah awak media Islam yang mendatangi kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), di Jakarta, Selasa (31/3/2015), salah satunya adalah situs Gemaislam.com. Pemimpin Redaksi media tersebut, Rudi Marta sangat heran situsnya ikut terblokir, padahal selama ini pemberitaannya sejalan dan mendukung program Badan Nasional penanggulangan Terorisme (BNPT). "Saya kaget sekali situs kami diblokir karena dituduh pendukung ISIS, padahal hubungan lembaga kami terutama pimpinan kami hubungannya sangat dekat dengan Profesor Irfan Idris (Kepala Humas dan Pusat Informasi BNPT)," ujar Rudi. Ia pun menceritakan bagaimana medianya selama ini sudah lama berhubungan baik dengan BNPT. "Tahun 2014 lalu, kami mengundang ulamanya BNPT Syeikh Ali Hasan al Arabi di masjid Istiqlal. Sebelumnya, Agustus 2014 kami mengadakan seminar bahaya ISIS dan terorisme, saat itu kami juga mengundang Profesor Irfan," jelas Rudi. "Kamudian yang terbaru, ketika Syeikh Ali

Akhirnya, Iwan Fals Pun Kebagian 'Jatah' Dari Pemerintahan Jokowi

Jika dulu rakyat Indonesia banyak salut dengan aksi dari lagu ciptaan Iwan Fals, sepertinya itu hanya masa lalu ketika Iwan memang memainkan peran seperti itu. Kini, penyanyi legenda itu sudah beda posisi, yakni sudah jadi bagian dari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Maka dari itu, akan sulit bagi Iwan untuk mengkritik pemerintahan Jokowi, bukan? Jatah fungsi kerja yang di bagi kepada Iwan Fals adalah seperti judul berita: "Menteri Desa Gandeng Iwan Fals Keliling Indonesia" yang di lansir laman Viva (31/3), dan berikut isi beritanya. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, berencana akan berkeliling ke seluruh desa di Indonesia. Ia bahkan berjanji akan mengajak serta penyanyi legendaris Iwan Fals. "Lagu Iwan Fals membangunkan kita, saya dan Iwan akan berkeliling desa di seluruh Indonesia. Nantinya Iwan juga akan memberikan pencerahan di desa-desa," kata Marwan usai bernyanyi bersama Iwan Fals setelah Rapat Koordinas

SBY Masih Ada Yang Dukung, Jika Jadi Capres Lagi di Tahun 2019

Wah , jika ini terjadi, maka apa manfaatnya bagi keberlangsungan negara yang bernama Indonesia. Walau dalam dunia politik suatu yang tak mungkin bisa saja terjadi, tapi hendaknya janganlah presiden yang sudah dua periode menjabat mau jadi Capres lagi dan mendapat dukungan pula. Kejadian itulah yang sedang terjadi di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), partai Demokrat. Adalah Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Herman Khaeron, seperti dilansir Merdeka ,  menyambut baik desakan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk maju lagi di Pilpres 2019 mendatang. Menurut dia, ini sebuah bukti jika kepemimpinan SBY dirindukan oleh rakyat. Herman menyatakan dalam konstitusi mengatur jabatan maksimal seorang presiden dua periode. Akan tetapi, masih terjadi multitafsir dalam pasal 7 UUD 1945, apakah dua periode yang tidak boleh nyalon lagi dimaksud adalah berturut-turut, sehingga boleh mencalonkan kembali sebagai presiden setelah berhenti satu periode menjadi presiden. &q

Dinilai Kebablasan, Ini Dia "Kritik Atas Pemblokiran Domain Penyebar Radikalisme"

Saya secara pribadi termasuk yang tidak suka membaca konten-konten dari situs seperti voa-islam.com dan sejenisnya yang sekarang diblokir. Ada 19 situs yang diblokir pemerintah dengan alasan penebar radikalisme. Secara wacana sudah bagus tapi prakteknya kebablasan. Kenapa kebablasan? Mari kita lihat. Situs terdiri dari beberapa komponen: nama domain TLD (.com, .org dan semacamnya), hosting (layanan berbayar untuk menyimpan konten), dan konten itu sendiri. Kebablasan karena yang hendak dibidik adalah konten tetapi kemudian meluluh-lantahkan domain. Itu sangat otoriter. Jika memang yang dinilai salah adalah kontennya, maka yang disensor adalah kata kunci dari konten yang dimaksud, jangan domainnya, karena domain ibarat rumah maya. Dengan memblokir konten melalui pemblokiran terhadap akses pada domain itu sama saja dengan “hendak membunuh nyamuk tetapi dengan senapan mesin”. Menghancurkan segalanya. Sangat refresif. Memblokir konten yang berbau radikalisme berbeda dengan pemblokira

Takjub! Selain 'Ramalan' JK, 'Ramalan' Wanda Hamidah Terbukti Juga Rupanya

Publik pasti akan selalu ingat dengan apa yang di katakan Jusuf Kalla (JK) tempo dulu. Dalam sebuah wawancara, kakek 10 cucu itu menyatakan, "Bisa hancur negeri ini kalau Jokowi Presiden," ucapnya, kira-kira seperti itu bunyinya. Terus, apa yang salah dengan ucapan JK tersebut? Sepertinya memang tidak ada yang salah, malah mendekati kejadian alias fakta, saat ini. Oke, kita tinggalkan JK, sekarang kita beralih ke wanita cantik yang bernama Wanda Hamidah.  Lah, ada apa dengan Wanda Hamidah? Ya, hal yang hampir serupa dengan JK. Bedanya, Wanda melakukan 'ramalannya' dalam bentuk kicauan di media media sosial Twitter. Berikut bunyi kicauan wanita pendukung Jokowi itu, "Nanti punya media dibredel..baru nyesel..," tulisnya melalui akun @wanda_hamidah di bulan Juni 2014, tepatnya momentum Pilpres 2014. Kini, 'ramalan' Wanda Hamidah terjadi sudah. Ada sekitar 22 situs media Islam di bredel oleh pemerintah Jokowi melalui BNPT dan Menkominfo. Ata

Inikah Pesan di Balik Pemblokiran Situs-situs Islam oleh Rezim Jokowi?

Kemarin (29 maret 2015), ada keramaian di penggiat social media terkait issu ‘pemblokiran’ terhadap beberapa situs atau media Islam online yang dilakukan kemeninfo atas instruksi BNPT terkait media media yang mendukung radikalisme. Media media Islam online yang masuk daftar kini tidak bisa di akses lagi kecuali dengan memakai software khusus, ada sebuah pertanyaan di khalayak ramai tentang, sebenarnya apa yang menjadi alasan BNPT dan kemeninfo melakukan pemblokiran? Apakah ini sebuah deception atau pengalihan terkait penetapan kenaikan harga BBM per 28 maret?, karena alasan waktu yang sangat berdekatan, ditambah ‘aksi protes’ hanya disuarakan oleh media media online yang memang membawa konten Islam. Media serta situs Islam yang masuk daftar pemblokiran ada sebuah kesamaan, yaitu media dan situs yang banyak kadungan materi isinya anti pemerintahan jokowi, jadi bukan semata hanya menjual radikalisme (versi BNPT). Isi materi dari media dan situs tersebut kebanyakan berisi anti

Usai Baca Surat Jaya Suprana, Ahok: Otak Jaya Suprana, Otak Warga Kelas Dua

Surat terbuka yang di tulis oleh budayawan Jaya Suprana ternyata berbuntut panjang. Ahok sebagai orang yang di surati bukan malah berterima kasih, namun malah balik 'menyerang' Jaya Suprana. Dilansir dalam RmolJakarta (30/3), Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak pernah merasa sebagai kaum minoritas di Indonesia. Pernyataan ini Ahok sampaikan untuk menanggapi pernyataan  Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana. Bahkan, Ahok mencibir sikap Jaya Suprana. "Ini hak saya ngomong apapun. Yang salah ya pribadi saya. Kalau mau nyalaih ya salahin keluarga yang didik saya," ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (30/3). Ahok juga menuding, sikap Jaya Suprana yang menunjukkan dirinya sebagai warga negara kelas dua. "Otak beliau itu masih otak yang merasa dia warga negara kelas dua," katanya. Ia juga menanyakan, alasan mengapa Jaya Suprana harus mengirimkan surat terbuka melalui surat kabar. Ia menuding Jaya sengaja

Heboh! Menteri Yuddy Cium tangan Menteri Puan Maharani

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan menteri-menterinya guna menggelar sidang kabinet paripurna, Senin (30/3). Agenda pertemuan itu adalah pembahasan kenaikan harga bahan pokok, situasi terkini bidang politik hukum dan keamanan, dan hasil kunjungan kerja Presiden ke Jepang dan China. Ada pemandangan tidak biasa sebelum sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden itu digelar. Tangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dicium oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. Akibat dicium tangannya, Menteri Puan yang mengenakan baju batik coklat itu hanya tersenyum simpul. Anak Megawati Soekarnoputri ini terlihat sungkan menerima perlakuan tidak biasa tersebut. Padahal, jika dilihat dari usia, Menteri Yuddy lebih tua 5 tahun dibanding usia Puan. Yuddy lahir tahun 1968, sementara Puan lahir tahun 1973. Peristiwa yang sempat diabadikan oleh jurnalis foto Antara itu juga disaksikan oleh Menter

Era SBY Situs P*rno yang Diblokir, Era Rezim Jokowi Situs Islam yang Diblokir #KembalikanMediaIslam

Kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 19 situs Islam Indonesia mengagetkan banyak masyarakat, utamanya netizen yang aktif mengakses situs-situs tersebut. BNPT beralasan bahwa situs-situs tersebut merupakan pendukung dan penyebar radikalisme, Padahal kenyataannya tidak demikian. Banyak situs tersebut merupakan situs moderat yang anti kekerasan. Banyak komentar yang diungkapkan. Seorang netizen bernama dokter Wahyu Triasmara misalnya, “Saya tak habis pikir dahulu era SBY situs p*rno yang di blokir, di era ini kok malah situs Islam yang diblokir dgn alasan menyebar radikalisme dan terorisme. Eramuslim, Hidayatullah, Dakwatuna termasuk web muslim favorit saya dalam belajar Islam dan selama ini saya lihat tak pernah ada berita mereka yg mengarah pada radikal apalagi terorisme.” “Yang heran lagi situs semacam Islamtoleran dan Islamliberal yang ngakunya Islam tapi isu-isu beritanya menjelekkan Islam justru tidak diblo

Jokowi Dipermalukan di China?

Dalam berbagai media, ramai diberitakan bahwa Jokowi berani bersikap tegas kepada China terkait dengan klaim China atas beberapa wilayah di Laut China Selatan yang masih menimbulkan sengketa dengan sekitar 6 negara lain di kawasan itu. Dalam wawancara dengan  koran Jepang Yoomiuri Shimbun yang kemudian dikutip Reuters diberitakan bahwa  tidak ada dasar hukum atas klaim China terhadap 9 garis putus-putus di wilayah Laut China Selatan. “Sembilan garis putus-putus yang Cina terapkan tidak punya landasan dalam hukum internasional manapun,” demikian katanya. Ungkapan ini tentunya sangat berani dan heroik, karena tidak banyak negara yang berani menentang China yang merupakan kekuatan ekonomi nomor 2 saat ini. Banyak media yang kemudian memuatnya dengan nada kagum, termasuk juga media-media yang selama ini mungkin dianggap nyinyir terhadap kebijakan Jokowi, misalnya Republika. Dapat dilihat beberapa judul berita berikut: - Merdeka memberi judul berita: Jokowi akhirnya ‘galak’ pada Chin

Wow! BREAKING NEWS: 2 Anak Buah Ahok Tersangka Korupsi UPS

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim menetapkan dua tersangka berkaitan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan 25 paket Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk 25 SMAN/SMK tahun anggaran 2014. Kasubdit V Dirtipikor Mabes Polri, Kombes Pol Muh Ikram mengatakan kedua tersangka itu yakni Alex Usman selaku PPK pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakarta Barat dan Zaenal Soleman selaku PPK Pengadaan UPS Sudin Dikmen Jakarta Pusat. Zaenal kini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.  Keduanya masih aktif menjadi pejabat dan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta atau menjadi anakbuah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dari gelar perkara pada 27 Maret 2015, pukul 10.00-12.00 WIB, kemarin," kata Ikram di Mabes Polri. Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang Peemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan dita

Baru Saja di Surati Jaya Suprana, Astaga! Ahok Sudah Bikin Ulah

Betul adanya bahwa sikap Ahok jauh dari etika dan moral sebagai manusia normal, apatah lagi seorang Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, seorang budayawan, Jaya Suprana pun jadi resah dengan sikap Ahok yang kasar dan kotor serta berbahaya itu. Ekspresi dari keresahan itu, Jaya Suprana pun menulis surat terbuka untuk Ahok dan di muat salah satu media nasional. Dalam suratnya itu, Jaya sangat meminta Ahok untuk menjaga ucapan dan sikapnya. Karena bisa saja, sikap kasar Ahok menyulut pertikaian antara pribumi dan etnis Cina seperti masa lalu. Itulah yang -mungkin- dikhawatirkan oleh Jaya Suprana, selain memang sebagai Gubernur tak selayaknya Ahok bersikap demikian. Surat yang dibuat pada tanggal 23 Maert 2015 tersebut tidak tahu pasti, apakah sudah di baca Ahok atau belum. Namun, ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, rasanya tak mungkin Ahok belum membacanya. Nah, terlepas dari Ahok sudah baca atau belum. Yang terjadi kini, Ahok malah bikin ulah lagi, apa itu? T

Jaya Suprana pun Resah, Tulis Surat Terbuka kepada Ahok

Bapak Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang terhormat. Saya sangat menghormati, menghargai, dan mengagumi semangat perjuangan Anda dalam membasmi korupsi dari persada Nusantara tercinta ini. Bagi saya, Anda memang layak tokoh pembasmi korupsi Indonesia yang paling konsekuen dan konsisten. Anda layak dielu-elukan sebagai jawara, pendekar, cowboy, bahkan superhero pembasmi korupsi seperti yang tampil di berbagai meme yang mengelu-elukan semangat perjuangan Ahok membasmi korupsi. Sebagai sesama warga Indonesia keturunan Tionghoa dan umat Nasrani, saya juga sangat bangga atas semangat perjuangan Anda membasmi korupsi. Namun, akhir-akhir ini terasa bahwa lamat tetapi pasti timbul rasa kebencian masyarakat terhadap kata-kata dan kalimat-kalimat Anda yang dianggap tidak sopan dan tidak santun sehingga tidak layak saya tulis di surat permohonan terbuka di Sinar Harapan yang tersohor sopan dan santun dalam pemberitaan ini. Bahkan, teman-teman saya yang cendekiawan, rohaniwan,

Pesantren Diserbu dan Anak-anak di Todongkan Senjata oleh Densus 88, Ini Pertanda Apa?

Aksi penyerbuan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) ke dalam lingkungan Pesantren Tahfizhul Qur'an al Mukmin, Malang diyakini sebagai bentuk antipati terhadap umat Islam. Pengakuan wanita berikut ini membuat kita bertanya apa maunya Densus 88. “Saya bilang ke polisi, bisa sopan apa tidak. Tetapi, mereka langsung menerobos masuk ke Yayasan. Polisi yang masuk bawa senjata api. Anak-anak yang mengetahui itu langsung teriak histeris dan yang lainnya menangis. Mendengar teriakan, polisi malah menodongkan senjata ke anak-anak,” kata Umu saat ditemui di Yayasan tersebut, dilansir Tribunnews (28/3). Apakah trauma anak-anak bisa hilang dalam waktu yang cepat? Bagaimana jika anak-anak malah menjadi dendam kepada Densus 88 atau pihak kepolisian? Inilah yang harus di antisipasi oleh pemerintah dalam menangani masalah ISIS di Indonesia. Selain itu, dikutip dari Rol (30/3), Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengecam aksi Densus 88 yang sudah diluar batas kewajaran dan prosedur yang be

Ahok Hina Masyarakat Betawi dengan Sebutan Sapi, Demo pun Terjadi

Masyarakat Anti Rasis (Mars) berencana menggelar demonstrasi untuk mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja ‘Ahok’ Purnama meminta maaf kepada masyarakat Betawi atas ucapan rasisnya yang mengatakan etnis Betawi sama dengan sapi (binatang). Untuk mewujudkan keseriusan demonstrasi tersebut, pihak Mars telah menyebar undangan dan seruan bertajuk “Aksi Bersama Masyarakat” kepada seluruh masyarakat etnis Betawi dan para simpatisan Mars dari berbagai kalangan. Undangan demonstrasi bertajuk “Aksi Bersama Masyarakat” itu akan digelar besok, Senin, 30 Maret 2015, dimulai pukul 10.00 s/d selesai. Rencananya, aksi tersebut bertitik kumpul di Patung Kuda Monas menuju Balaikota DKI Jakarta dan Mahkamah Agung RI. Berikut Undangan dan Seruan Aksi Bersama Masyarakat: Aksi bersama masyarakat anti rasis (Mars) mendesak AHOK agar meminta maaf kepada masyarakat betawi atas ucapan rasisnya yang mengatakan etnis betawi sama dengan SAPI (Binatang), Mulut Ahok Sudah Sangat Membahayakan masyara

Tolak Naik Harga BBM, Effendi Simbolon Siap Jadi Ketua Tim Angket BBM 'Hajar' Jokowi

Tidak semua orang PDIP setuju dan manut-manut saja dengan kenaikan harga BBM. Effendi Simbolon adalah salah satu kader Banteng yang getol menolak kenaikan BBM. Bahkan, kali ini dia bersedia menjadi ketua tim angket DPR untuk mempermasalahkan kenaikan BBM kali ini. Menurutnya, kenaikan harga BBM selama pemerintahan Jokowi itu bertolak belakang dengan sikap PDIP selama masa pemerintahan SBY lalu. Saat itu PDIP selalu gigih menolak setiap ada rencana kenaikan BBM, kenaikan listrik, dan kenaikan gas elpiji. Makanya, di Pemilu 2014 PDIP menjadi pemenang pemilu. Nah, kenaikan BBM juga listrik dan elpiji di masa pemerintahan Jokowi ini jelas merugikan PDIP. Banyak publik marah dan menyalahkan PDIP atas kenaikan ini. "Mana untungnya buat PDIP. Malah PDIP yang dirugikan," ucapnya, kepada Kantor Berita Politik RMOL , (Minggu malam, 30/3). Dia juga menilai, kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintahan Jokowi melanggar UUD dan UU Migas. Dalam UUD dan UU Migas disebutkan den

Uchok : Di Manapun Ditempatkan, Ahok Cuma Jadi Biang Kerok

Kisruh yang terjadi antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan DPRD terkait APBD Jakarta terus bergulir sampai kini. Tak salah jika ada kalangan menilai Ahok-lah sumber masalah, lantaran etika dan gaya komunikasi suami Veronika itu yang tidak bagus dan pantas. Itulah fakyat yang menyebabkan miss-komunikasi dengan banyak pihak, termasuk DPRD. Seperti dilansir Rmol (29/3), Hal ini kemudian memunculkan wacana agar Ahok harus keluar dari Jakarta. Caranya, bisa dimakzulkan, atau dicomot Presiden Jokowi sebagai menteri atau pembantu Jokowi lainnya. Diyakini, cuma Jokowi yang bisa jinakkan Ahok. Dengan kata lain, Jokowi harus selamatkan Jakarta, keluarkan Ahok dari Jakarta. Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, di mana pun Ahok ditempatkan, pasti jadi biang kerok. "Jika Ahok diangkat menjadi menteri atau pembantu Jokowi lainnya, justru hanya menjadi beban Presiden saja," tegas dia,

Sebut Jabatan Mendagri Bukan Bidangnya, Tjahjo Kumolo Jadi Bahan Ejekan Netizen

Telah beredar kabar bahwa Mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengakui jabatan yang diembannya saat ini sebagai menteri dalam negeri (mendagri) bukan bidangnya. "Sebenarnya mendagri ini bukan bidang saya, tetapi karena kepercayaan dan tugas akhirnya saya mau menjalankan tugas ini," katanya saat melakukan kunjungan kerja di Mangupura, Kabupaten Bandung, Sabtu 28 Maret 2015. Menurut dia, jabatan yang diembannya saat ini karena keberhasilannya sebagai Ketua Tim Pemenengan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. "Saya ditawari dua pilihan saat itu mau menjadi menteri apa mengurus partai?" katanya. Sebenarnya bidang yang diinginkannya sesuai dengan keahlian dan pengalamannya selama menjadi anggota DPR RI adalah sebagai menteri pertahanan. Namun, karena jabatan itu sudah ada yang mengisi akhirnya dia diplot menjadi mendagri. "Mau tidak mau akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran itu," ujarnya. Begitulah

HMI Demo Harga BBM, 2 Ditangkap, 2 Luka Parah Dihantam Polisi

Sejumlah aktivis HMI cabang Cilosari 17 lari tunggang langgang ketika aksi demo, menolak kenaikan BBM di depan KFC Cikini jalan Cilosari, Sabtu (28/3) malam pukul 21.00 WIB, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Para Aktivis berlarian masuk ke dalam Sekretariat HMI, namun pihak kepolisian tetap mengejar dan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk bersembunyi. Akibatnya para aktivis terkena amukan para anggota kepolisian, dua aktivis masing-masing Mohamad Saleh Souwakil da Bahrudin Parange alias Dinko terkena pukulan dari aparat, dan Ketua Bidang PAO HMI Cilosari 17, Parwadi dan Ifan dirtangkap oleh aparat. Kondisi sekretariat HMI hancur karena diobrak abrik oleh pihak kepolisian, dan selain barang-banrang yang hancur, bahkan beberapa atribut milik HMI juga terbakar. Sebagian aktifis yang berhasil meloloskan diri berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi untuk menuntut pihak kepolisian akibat pengrusakan sekretariat dan penangkapan rekan-rekan mereka, dem

Jokowi... Dirimu di Sebut Presiden Munafik oleh KAMMI, Betulkah?

Label munafik di sematkan kepada manusia yang bernama Jokowi karena di nilai tidak sesuai janji dengan kenyataan. Laman Homyline mengabarkan, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Yogyakarta menggelar protes atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku Selasa, 18 November 2014. Sekitar 30 mahasiswa yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Ahmad Dahlan itu menggelar protes kenaikan harga BBM di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta. Turut bergabung pula sejumlah organisasi mahasiswa lain, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam unjuk rasa tersebut, KAMMI Yogyakarta menilai Jokowi merupakan sosok presiden yang munafik. Penilaian soal Jokowi munafik ini tak hanya diungkapkan lewat orasi namun juga dituangkan dalam sebaran pernyataan tertulis yang dibagikan kepada sejumlah warga di kawasan Titik Nol Kilometer. Juru bicara KAMMI Yogyakarta, Zuhdan Tri Harcahyo, kepada

Jokowi! Sopir Angkot pun Ancam Mogok Massal Karena Harga BBM Naik

Kekesalan rakyat kepada Jokowi memang tak bisa di bendung lagi. Walau masih ada orang yang coba menyembunyikan kekesalannya itu, hal tersebut mungkin bisa di maklumi. Ya, di maklumi untuk susah di mengerti mengapa Jokowi yang tidak pro rakyat kok masih ada juga di bela. Apa bukti Jokowi tidak pro rakyat? Perlukah pertanyaan ini di jawab dan didiskusikan sampai mulut berbusa-busa? Sepertinya tidak. Tapi untuk menjawab pertanyaan sederhana ini adalah, gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia sudah turun kejalan protes kepada Jokowi menandakan memang ada yang tidak benar dengan pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla. Sayangnya, media arus utama malah sibuk memberitakan ISIS dan kematian Olga Syahputra daripada Demo Mahasiswa dengan isu Raport Merah Jokowi. Padahal isu kenaikan BBM amat berdampak kepada harga-harga lain. Oleh sebab itu, tak aneh juga, selain mahasiswa, sopir angkot juga akan lakukan demoa mogok massal terkait kebijakan Jokowi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yan

Harga BBM Naik-Turun dan Bertambahnya Masyarakat Miskin

Naik dan turunnya atau fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) rentan terhadap bertambahnya masyarakat miskin, karena kenaikan harga BBM bisa melemahkan daya beli masyarakat. "Ketika harga BBM naik harga-harga barang dan komoditi ikut naik, khususnya komoditi seperti beras dan bahan pokok lainnya. Pasti, karena orang miskin di Indonesia sangat elastis dengan perubahan harga," kata Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Dahnil Anzar di Serang, Sabtu. Ia mengatakan ketika terjadi penaikan harga maka daya beli masyarakat langsung jatuh, dan menempatkan mereka pada garis kemiskinan. Namun disaat harga BBM turun, tidak secara otomatis harga-harga barang kebutuhan pokok ikut turun. Menurut dia, penaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah seperti saat ini harga jenis premium dari sebelumnya Rp6.800 menjadi Rp7.300 karena mengikuti harga pasar, sesuai keputusan yang disampaikan Presiden Jokowi ketika menurunkan harga BBM pada awal tahun lalu.

Demo Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Terluka di Pukul Polisi Masuk Rumah Sakit

Demo kenaikan BBM yang digelar oleh mahasiswa di Simpang Bank Indonesia siang ini (28/03) berakhir bentrok. Aparat kepolisian membubarkan secara paksa aksi demo mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM itu. Polisi sempat menembakkan air dari mobil water canon yang memang sudah disiagakan di lokasi demo. Meski ditembak dengan water canon, namun mahasiswa tetap bertahan. Imbasnya, aksi saling dorong dan bentrok pun tak terhindarkan, mahasiswa tetap bertahan. Satu mahasiswa yang belum diketahui identitasnya terluka di bagian kepala dan harus dijahit, demikian laporan dari jambiupdate.com. Menanggapi aksi polisi yang terkesan represif, mahasiswa di Jambi mengecam tindakan pihak kepolisian. Melalui akun @Gindabahari menulis, "Saya dan LMN korkom unja mengecam pemukulan polri trhadap yulianto mahasiswa universitas jambi dalam aksi demo kenaikan harga bbm di jambi," tulisnya di laman media Twitter dengan geram. Pemberitaan yang berbeda terjadi jika membaca sumber dari T

Makin Anti Kritik, Ahok Larang Warga Sampaikan Pendapat di Ruang Publik

Betul ucapan Prof. Tjipta Lesmana bahwa Ahok orangnya anti kritik, "Saya kritik, dia malah sewot. 'apa urusannya Tjipta Lesmana komentar soal monorel', ucap Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu yang lalu yang kesal kepada Ahok. Kini, melalui kebijakannya, dikabarkan Ahok akan melarang warga atau masyarakat sampaikan pendapat di ruang publik. Klaim cacat hukum yang dialamatkan oleh Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) kepada Ahok, tampaknya benar adanya. Dikutip dari SuaraJakarta (28/3), hal tersebut terbukti dari adanya rencana untuk melarang Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) untuk digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Wilayah (Sekwil) Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) DKI Jakarta, Rio Ayudhia Putra, melalui press release yang dikutip dari laman Merdeka Online (27/3). Menurutnya, dengan pelarangan ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tj

Waduh! Tjahjo Kumolo: Sebenarnya, Mendagri Ini Bukan Bidang Saya

Mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tjahjo Kumolo mengakui jabatan yang diembannya saat ini sebagai menteri dalam negeri (mendagri) bukan bidangnya. "Sebenarnya mendagri ini bukan bidang saya, tetapi karena kepercayaan dan tugas akhirnya saya mau menjalankan tugas ini," katanya saat melakukan kunjungan kerja di Mangupura, Kabupaten Badung, Sabtu 28 Maret 2015. Menurut dia, jabatan yang diembannya saat ini karena keberhasilannya sebagai Ketua Tim Pemenengan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. "Saya ditawari dua pilihan saat itu mau menjadi menteri apa mengurus partai?" katanya. Sebenarnya bidang yang diinginkannya sesuai dengan keahlian dan pengalamannya selama menjadi anggota DPR RI adalah sebagai menteri pertahanan. Namun, karena jabatan itu sudah ada yang mengisi akhirnya dia diplot menjadi mendagri. "Mau tidak mau akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran itu," ujarnya. Akhirnya dia banyak belajar dari ayah

Front Mahasiswa Nasional Berani Tolak Kenaikan Harga BBM

Front Mahasiswa Nasional (FMN) menyampaikan sikap menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang resmi diberlakukan mulai Sabtu (28/3/2015) pukul 00.00 dini hari tadi. Humas Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sofian Efendi mengatakan, pemerintah Jokowi-JK tidak henti-hentinya membuat masyarakat Indonesia sengsara. Di tengah kondisi politik yang carut marut, rakyat juga diterpa dengan berbagai kebijakan anti rakyat. "Kenaikan kebutuhan pokok saat ini khususnya beras, tentu telah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara. Akan tetapi, kebijakan yang tidak populis tidak berhenti disitu saja. Rakyat akan menelan pil pahit atas kenaikan harga BBM per 28 Maret 2015," kata Sofian dalam keterangannya kepada Tribunnews.com , Sabtu (28/3/2015). Pemerintahan Jokowi melalui SK ESDMN No. 2486/K/12/MEM/2015, menaikkan harga BBM per 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB. Harga bahan bakar minyak jenis bensin naik menjadi Rp 7.300 dan jenis solar naik menjadi Rp 6.900.

Cuma di Era Jokowi, Kecepatan Internet Indonesia 'Nyungsep' ke Posisi 122 tak di Bully

Sempat meningkat tajam saat dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, kecepatan internet Indonesia mengalami penurunan yang sangat tajam pada kuartal 4 tahun 2014, setelah dipegang menteri baru Rudiantara. Hal tersebut tertuang pada laporan per kuartal yang dirilis lembaga penyedia layanan cloud, Akamai Technologies, melalui laporan State of the Internet, yang dikutip KompasTekno , Rabu (25/3/2015). Pada tiga bulan terakhir 2014, berdasarkan laporan tersebut, kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia adalah 1,9 Mbps selama kuartal 4 tahun 2014. Data ini menunjukkan penurunan drastis sebanyak 50 persen atau dari 3,7 Mbps pada kuartal 3 tahun 2014. Akan tetapi, kecepatan rata-rata internet pada kuartal 4 tersebut masih 16 persen lebih baik ketimbang kuartal yang sama di tahun 2013. Turunnya kecepatan internet tersebut membuat posisi internet Indonesia merosot tajam. Sempat merasakan posisi 77, kini Indonesia harus puas ada di peringkat 122 du

[Efek Pameran Traktor Jokowi] "Sakitnya Ditraktor Tuh Disini"

Nama saya Joko. Lengkapnya Joko Intarto. Sembilan puluh persen orang memanggil saya dengan sebutan Joko. Sebagian kecil menyebut dengan Jokin. Sebagian lagi memilih sebutan JTO, inisial saya ketika masih menjadi wartawan. Banggakah aku punya nama Joko? Jelas bangga. Nama Joko itu keren banget. Walau pun lebih sering dikira sopir, tetapi Joko menurut kosa kata bahasa Jawa, berarti pria (yang ganteng). Bapak saya yang asli Pamekasan, Madura, ternyata lebih memilih nama Jawa untuk saya. Artinya bagus, pula. Mungkin karena Bapak saya tinggal di lingkungan masyarakat Jawa di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Interaksi sosialnya dengan lingkungan sekitar membuat Bapak saya mengenal kosa kata Joko yang tidak ada dalam bahasa Madura. Tapi kebanggaan saya pada nama Joko sekarang luntur. Semua berawal dari kunjungan saya ke Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (25/3) lalu. Kisah ini bermula dari pertemuan saya dengan beberapa orang tokoh ulama di sebuah rumah makan Bu Parti yang terkenal di ke

BBM Naik, Rakyat Menjerit, Denny JA (LSI) Jadi 'Budak' Cina tuk Pencitraan

Kenaikan harga Bahan Bakar Minya (BBM) kali ini sebenarnya bukan hal yang baru. Karena dengan regulasi pemerintahan Jokowi yang baru, sangat berikan ruang kepada pemerintah menaikan harga BBM setiap pergantian bulan atau mau pergantian bulan. Di awal-awal pemerintahannya, Jokowi memang sempat juga menaikan harga BBM. Bahkan Jokowi sendiri yang berbicara langsung kepada publik. Namun kali ini pengumuman kenaikan BBM diberitahu melalui website Kementerian ESDM. Anehnya, Jokowi ketika di tanyai soal kenaikan Premium malah melempar 'bola' kepada Kementerian ESDM. "Yah nanti ditanyakan ke Menteri ESDM," jawab Jokowi mengenai pertanyaan tersebut dilansir detikcom. Tentu saja, efek dari kenaikan BBM begitu terasa kepada rakyat, khususnya kelas bawah. Omong kosong jika kenaikan harga BBM tanpa diikuti dengan kenaikan harag-harga lainnya. Itu semua ilusi Jokowi dan 'pak tua' semata. Tragisnya, kondisi sekarang ini, tidak jauh beda dengan tahun 1998, dimana

"Lupanya Kita Akan Kenaikkan BBM Akibat Fokus Pada Berita Matinya Olga" by @TPK_RI

Tepat Pukul 00.00, Pemerintah Naikan BBM Menjadi Rp. 7.300 Salimnaa, Salimnaa Yaa Robb... Selamatkan kami dari bencana pemimpin dzalim yaa Robb.... Amiin. pic.twitter.com/HkLTUu9sT4 Saat media terfokus berita meninggalnya Olga Syahputra, #BBMNaikLagi . Banyak masyarakat yg terkejut, sama halnya mendengar kabar Olga. Dibeberapa SPBU, semalam terkesan biasa saja, tak terjadi antrian, namun mereka kaget saat membeli BBM pagi ini, harganya sdh beda. Sungguh kali ini, Jokowi HOKI lagi. Memang semuanya sudah diatur oleh Allah. Namun sebagai manusia, kita diberi kesempatan berikhtiar. Walau #BBMnaik hanya Rp 500, tetapi dampaknya akan besar, karena bahan pokok lainnya akan merangkak naik. Rakyat makin sulit. #BBMNaikLagi bukan hal yg baru. Diawal pemerintahan Jokowi, #BBMnaik dan kali ini terulang kembali. Rakyat dibuat hidup dlm kegamangan. Hidup dalam ketidakpastian akibat lemahnya pemerintah, tak tegas dlm setiap kebijakan. Selalu ditumpangi berbagai kepentingan politik.