Skip to main content

PDIP Jadi Parpol Juara Korupsi, Menkumham Yasonna Laoly (Kader PDIP) Wacanakan Remisi Bagi Koruptor

Bicara partai mana yang kadernya banyak lakukan korupsi, maka publik tidak bingung mencarinya. Ya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai juara satu korupsi mengacu kepada berita Metro TV (Kamis 13/3/2014) yang merilis soal kasus korupsi yang menimpa partai politik.

Berikut ranking korupsi parpol yang dirilis Metro TV, sebelum pileg dan pilpres 2014.

1.PDIP : 84 Kasus
2.Golkar : 60 Kasus
3.PAN : 36 Kasus
4.Demokrat : 30 Kasus
5.PPP : 13 Kasus
6.PKB. : 12 Kasus
7.Hanura : 6 Kasus
8.Gerindra : 3 Kasus
9.PKS : 2 Kasus

Kini publik pun harus akui, PDIP menjadi pemenang bukan hanya di Pemilihan Legislatif (pileg) 2014, namun juga di Pilpres 2014. Jokowi menjadi presiden ke 7 Republik Indonesia yang sejatinya adalah kader PDIP tulen. Jabatan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) pun diduduki oleh kader PDIP, Yasonna Laoly yang belakangan wacanakan beri remisi kepada terpidana korupsi, berhasil membuat publik terkejut.

Menkumham mewacanakan akan merubah PP No 99 tahun 2012 terkait pemberian remisi terhadap para koruptor. Pernyataan Yasonna Laoly tersebut yang berikan remisi terhadap tahanan kasus korupsi dinilai kental bermuatan politis.

Atas dasar itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan LBH Indonesia Alvon Kurnia Palma menilai pemberian remisi itu dalam rangka menyelamatkan kader PDI Perjuangan (PDIP) yang terlibat kasus korupsi.

Selain informasi diatas, mengacu kepada indeks Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PDIP menempati peringkat tertinggi dalam kasus tindak kejahatan korupsi.

"Berdasarkan indeks partai terlibat korupsi, PDIP paling banyak. Sebanyak 10,7 persen dan kasusnya 157 kasus," kata Alvon, dalam sebuah diskusi bertajuk 'Remisi Buat Terpidana Korupsi, Apa Alasannya?' di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (18/3/2015), dilansir Inilah.

Masih di lansir dari Inilah, untuk itu, kata Alvon, wacana Menkumham Yasonna Laoly merevisi PP No 99 tahun 2012 bermuatan politis. "Artinya ini tidak ada muatan yuridis, jadinya ada muatan politis," tegasnya.

Publik wajar curiga adanya modus dibalik wacana Menkumham tersebut, yakni ada upaya penyelaman terhadap kader - kader PDIP yang terjerat kasus korupsi. Selain itu yang membuat aneh, ulah Menkumham yang terkesan dibiarkan Jokowi itu, sangat jelas terlihat pemerintahan Jokowi tidak pro kepada pemberantasan korupsi. [sal]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...