Skip to main content

Wow! Keindahan Dubai Direkam oleh Burung Elang



Bagaimana pemandangan gedung tertinggi di dunia jika dilihat dari ketinggian? Seekor elang bernama Darshan memiliki jawabannya.

Sebuah video dibuat Freedom Conservation menampilkan burung elang yang dilepas dari menara. Elang itu dilepaskan untuk terbang mengelilingi Burj Khalifa, gedung setinggi 829,8 meter di Dubai.

Sebelum terbang, punggung burung ini dipasangi kamera yang dapat merekam sesuai apa yang dilihatnya. Ia terbang dengan anggun di atas Dubai yang memiliki pemandangan bagus ini.

Tampak beberapa gedung-gedung tinggi lainnya sebelum sampai ke Burj Khalifa. Tampilan warna sebuah kolam dengan warna air biru toska pun semakin mempercantik pemandangan. Sensasi ini pun dapat disaksikan oleh orang.

Di bawah, sudah ada beberapa orang yang menantikan kedatangan elang sambil menyaksikan apa yang elang itu lihat melalui layar televisi.

Melalui aksinya itu, elang tersebut memecahkan rekor dunia penerbangan burung tertinggi dari bangunan buatan manusia. Setelah terbang selama kurang lebih lima menit, elang pun turun menuju kerumunan orang yang telah menunggunya di sebuah lapangan.

Seorang pria melambaikan pergelangan tangannya. Setelah melihat pria itu, elang pun semakin menambah kecepatan terbangnya lalu mendarat mulus di lengan pria di bawah. Aksi ini  merupakan bagian dari program pelestarian hewan yang digagas badan amal Freedom Conservation. Demikian dilansir Thrillist, Kamis (19/3/2015) yang di kutip Okezone.

Berikut video sang Elang yang berhasil merekam keindahan Dubai dari ketinggian.



Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...