Skip to main content

Heboh! Anggota Dewan PDIP Cabuli Seorang Gadis di Kandang Sapi Dua Kali


Kabar tentang aksi pencabulan dari oknum anggota dewan kembali hebohkan media sosial. Pasalnya, tempat pencabulannya berlangsung di kandang sapi. Wow!

Informasi berita dilansir dari laman Kompas yang berjudul: "Cabuli Remaja di Kandang Sapi, Anggota Dewan Dilaporkan ke Polisi" yang di publikasikan Senin,16 Maret 2015.

Berikut isi beritanya:

***

Dugaan pencabulan terhadap seorang remaja 15 tahun di Lampung Tengah dilaporkan ke polisi oleh orangtua korban. Diduga, gadis yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja rumah tangga itu diperkosa oleh seorang anggota DPRD.

"Pengakuan korban telah diperkosa sebanyak dua kali oleh anggota Dewan Komisi III DPRD Lampung Tengah dari PDI-P," kata Deni Suryawan, kuasa hukum korban, Senin (16/3/2015).

Mulanya, gadis yang tak tamat SD itu diperkosa di rumah pelaku dan selanjutnya di sebuah kandang sapi, Oktober 2014 lalu.

"Istri pelaku bersama bidan setempat pernah memanggil korban ke rumahnya untuk pengecekan kehamilan dan ternyata korban ini hamil," ujar dia.

Saat itu, adik korban menyaksikan kakaknya dipanggil oleh istri pelaku. Sang adik lalu mengadukannya kepada orangtua.

"Si adik ini laporan dengan ayah korban. Tak terima dengan tindakan sepihak itu, keluarga korban melaporkan pada polres setempat, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut," kata Deni.

Dia mengatakan, dalam keterangan kepolisian, terlapor adik pelaku yang orangnya tidak melakukan tindakan asusila itu.

"Klien kami minta keadilan dengan melapor ulang tindakan asusila itu ke Mapolda Lampung. Jika di sini tidak mendapat respons, pihak keluarga akan menuntut keadilan ke Jakarta dengan berjalan kaki," ujar dia.

Tak sanggup menjadi bahan gunjingan tetangga sekitar, keluarga korban lalu meninggalkan rumahnya dan menempati gubuk di daerah lain.

Sementara itu, Kompas.com masih mencari konfirmasi terhadap anggota DPRD yang disebutkan.

***

Menurut pantauan Pekanews, berita tersebut sudah dibagikan sebanyak 2800 kali pada sosial media Facebook dan 135 twett serta sudah  22,860 kali dibaca.

Sampai informasi ini diturunkan, media sosial Twitter masih dihebohkan dengan berita itu. Para netizen saling berdiskusi dan berbagi link serta screenshot terkait beritanya, lini masa twitter pun jadi heboh.

Akun @ndon08 berkicau dengan singkat: "Lebih bejat dari sapi teriak sapi," tulisnya. [sal]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...