Skip to main content

Mahasiwa UI Bergerak, Jokowi Berhasil Ganggu Mahasiswa Belajar

Ketika ada sebuah pertanyaan, "Coba sebutkan satu saja kebijakan Jokowi yang pro rakyat?" Maka jawaban memuaskan pun tidak akan muncul, yang terjadi sekarang ini adalah, semua harga melambung tinggi dan rakyat kecil makin susah hidupnya. Jokowi tak sesuai yang diharapkan. Blusukan yang dilakukan bukan malah telurkan solusi, namun semakin membuat rakyat "gigit jari".

Ada banyak lagi alasan, mengapa mahasiswa bergerak turun kejalan. Mereka yang seharusnya belajar dan perdalam wawasan keilmuan, kini harus terganggu waktu dan konsentrasinya karena ulah manusia yang bernama Jokowi.

Seperti yang dikabarkan, terhitung tanggal 15 Maret 2014, mahasiswa sudah turun kejalan tuk sadarkan rezim Jokowi. Tak tanggung - tanggung mereka pun minta Jokowi mundur jika tak bisa berubah.

Sebelumnya, publik kecewa dengan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang di nilai lamban bergerak. Namun, akhirnya mahasiswa UI pun sadar dan mau bergerak turun kejalan bersama ribuan dan jutaan mahasiswa diseluruh Indonesia.

Terpantau dan tersebar undangan dari UI di sosial media.


Setelah dimotori Jawa Timur dan Jawa Barat, kini mahasiswa Universitas Indonesia (UI) akan turun ke jalan.

Dalam poster yang ramai beredar di social media, Mahasiswa UI yang tergabung dalam BEM SELURUH UNIVERSITAS INDONESIA akan menggelar aksi pada Jumat 20 Maret mendatang. Aksi akan digelar di Kampus UI Salemba Jakarta.

Untuk diketahui, seperti dikabarkan kemarin Senin (16/3/2015) Mahasiswa di Jawa Timur dan Jawa Barat mulai bergerak. Di Jawa Timur dimotori Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang menggelar aksi 'Raport Merah Jokowi' di DPRD dan Balaikota Malang.

Realisasi kerja dan kinerja Presiden Joko Widodo dinilai jelek oleh mahasiswa.

"Banyak kinerja Presiden Joko Widodo yang buruk. Kami memberikan waktu untuk perbaikan kinerja. Jika tidak, kami akan turun ke jalan," kata Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Reza Adi Pratama, saat menggelar aksi bersama ratusan mahasiswa di DPRD dan Balai Kota Malang, Senin 16 Maret 2015, seperti dilansir VIVAnews yang dikutip Piyungan.

Sementara itu di Jawa Barat, Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat membubuhkan tandatangan di kain putih sebagai bentuk dukungan untuk menurunkan Joko Widodo dari kursi Presiden RI saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/3/2015).

Dalam aksinya ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Jabar ini mengeluarkan Surat Peringatan Pertama (SP-1) yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk satu bulan ke depan dengan tuntutan mengembalikan subsidi BBM, turunkan harga bahan pokok, nasionalisasi aset, bersikap tegas dalam setiap agenda pemberantasan korupsi, bersikap pro rakyat dan tidak terintervensi oleh kepentingan politik, segera stabilkan nilai rupiah, dan realisasikan Nawa Cita.

Sejarah telah mencatat, mahasiswa tugasnya bukan hanya belajar di bangku kuliah. Di saat rakyat membutuhkan, mahasiswa harus siap berjuang bersama rakyat, bukan karena uang atau perut lapar, namun karena panggilan jiwa. Itulah mahasiswa sejatinya. [jks]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...