Skip to main content

Wow, Beredar Luas SMS dari Bini Ahok Veronica Undang SKPD Rapat Bahas Kota Tua


Istri Gubernur DKI Jakarta Veronica Tan dinilai terlalu dalam ikut campur dalam mengurus persoalan di ibu kota. Hal ini selain melanggar etika juga bisa diduga telah terjadi nepotisme di Pemprov DKI Jakarta.

Dugaan pelanggaran tersebut makin santer setelah beredar layanan pesan singkat atau SMS yang berisi undangan dari Veronica yang ditujukan kepada Deputi Gubernur Bidang Pariwisata & Kebudayaan DKI, Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menghadiri rapat lanjutan pembahasan percepatan revitalisasi Kota Tua, Kamis (5/3). Dalam rapat yang digelar ruang rapim Balaikota itu juga dihadiri adik kandung Basuki Thajaja Purnama, Harry Basuki.

"Beredarnya SMS ini telah membongkar kebohongan sejumlah pejabat Pemprov DKI yang sebelumnya bilang bahwa istri gubernur merupakan undangan karena dia sangat concern dengan wisata Kota Tua. Buktinya dalam SMS itu disebutkan, Veronica merupakan pihak pengundang dan bukan undangan," tegas Presidium Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Jakarta Sugeng Riyadi, Selasa (17/3).

Sugeng menilai, kehadiran Veronica dalam memimpin rapat telah melampui batas. Apalagi rapat tersebut agendanya masalah revitalisasi Kota Tua yang tidak hubungannya dengan beberapa jabatan Veronica selaku istri gubernur.

Secara terpisah, Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto kembali mendesak Panitia Hak Angket DPRD DKI untuk memintai keterangan Veronica.

"Panitia Hak Angket mengundang Veronica bukan lantaran dia memimpin rapat Kota Tua, melainkan selaku istri Ahok," ujar Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, sebagai istri Ahok, tentu Veronica mengetahui secara detail tingkah laku Ahok selama ini. Termasuk sikap tempramental Ahok dalam menghadapi persoalan.

"Panitia Hak Angket bisa bertanya langsung kepada Veronica, apakah Ahok memang pemarah atau gila seperti yang sering dia omongin selama ini," tegas Sugiyanto.

Berikut SMS yang beredar:

Selamat Pagi, Mohon Ijin
Kepada Yth. :
1. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta
2. Ketua TGUPP Prov. DKI Jakarta
3. Kepala BPKAD Prov. DKI Jakarta
4. Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI Jakarta
5. Kepala Dinas Perhubungan Prov. DKI Jakarta
6. Kepala UPK Kota Tua Prov. DKI Jakarta. 7. Kepala Dinas Tata Air Prov. DKI Jakarta. 8. Kepala Dinas Bina Marga Prov. DKI Jakarta. Untuk dapat hadir dalam pertemuan yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Kamis/5 Maret 2015
Tempat : Ruang Rapim, Balaikota Prov. DKI Jakarta
Waktu : Pukul 14.00 WIB s.d. selesai
Acara : Rapat Lanjutan Pembahasan Percepatan Revitalisasi Kota Tua

Pimpinan Rapat : Ibu Gubernur DKI Jakarta

Mengingat pentingnya acara dimaksud, kehadiran Saudara diharapkan tepat pada waktunya.

Ttd. Ibu Gubernur DKI Jakarta
Veronica Basuki T. Purnama

[inilah]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...