Skip to main content

Tebakan, Jokowi dan Menteri Sedang Minum Apa di Jepang?



Lewat akun twitternya @liputan6dotcom, Rabu (25/3), mengaplod foto saat Presiden Joko Widodo "minum-minum" dengan para pebisnis Jepang.

Foto Jokowi itu sontak bikin penasaran netizen di twitter, mereka pun saling bertanya-tanya dan sampai berdepat karenanya.

"Minum apa itu?," tanya @ebithEBITH.

"@liputan6dotcom YANG DIMINUM BPK PRESIDEN INI APA TEH ATAU WINE?" tanya netizen lain @ahmadrobi75.

"@liputan6dotcom cuma wine yg disajikan+diminum dg cara sprt itu," ujar netizen @DianAniessa.

"Masa minum teh pake gelas wine.." kata @faisalelakbar.

"@liputan6dotcom japanese klo acr formal ga jauh dr wine," komen @AlmiraJinan.

"Bandrek kalik kaka..sebellahnya ubi rebus bukan...hehehe," cuit netizen @yo_argesh.

"Keliatannya sih wedang jahe. bruakakak :v," canda @VaLLdNasT.

"Tea with shocking sodaaaaaa #lol," cuit @ariesmsaki.

"ciu jepang mungkin... :)" komen @LuckytoAdi.

"Hudznudzon...teh itu...tp campur bensin," cuit netizen @Mas_AndriCL.

Itulah dinamika kicauan netizen yang di kutip dari laman Piyungan terkait gambar Jokowi tersebut.

Dari perdebatan yang ada, sepertinya semua menjadi jelas usai seorang netizen yang meng-upload gambar gelas dan fungsi yang di gunakan Jokowi. Berikut gambarnya.


























Meskipun begitu, kita juga tidak bisa menuding Jokowi minum Wine sebelum ada klarifikasi dari beliau. Tapi, akun twitter Jokowi dan Fanpage FB kan tak jelas, kemana rakyat harus bertanya untuk sebuah kejelas Jokowi minum Wine atau tidak? Ya. Kita kembali ke judul saja, bahwa rakyat Indonesia sedang main tebak-tebakan.

Oh! Inilah nasib rakyat di pimpin sama Presiden yang sejatinya cuma "Petugas Partai". [sal] 

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...