Skip to main content

Mengintip Evaluasi Mendagri atas APBD DKI 2015 Usulan Gubernur Ahok by @Triwisaksana



    Mengintip Evaluasi Mendagri atas APBD DKI 2015 Usulan Gubernur Ahok: Menyeimbangkan Informasi http://politik.kompasiana.com/2015/03/16/mengintip-evaluasi-mendagri-atas-apbd-dki-2015-usulan-gubernur-ahok-menyeimbangkan-informasi-712268.html  #APBD
   
    Saya akan twit bbrpa poin dr artikel saya di kompasiana "Mengintip Evaluasi Mendagri Atas APBD DKI 2015 Usulan Gubernur Ahok" #APBD
   
    Semoga berkenan dan dapat Menyeimbangkan Informasi terhadap polemik #APBD yang ada :)
   
    1. Polemik #APBD DKI makin rame dengan fokus isu angket vs isu anggaran siluman
   
    2. DPRD menilai Gubernur langgar aturan krn kirim #APBD ke Mendagri yg bukan hasil pembahasan bersama
   
    3. Sekda juga sdh ngaku, yang dikirim itu diprint dari E-Budgeting, bukan hasil pembahasan #APBD
   
    4. Gubernur Ahok bilang, hasil pembahasan ada anggaran siluman, makanya ngga dikirim #APBD
   
    5. Itu yang rame di media mainstream dan media sosial.. ditambah bumbu-bumbu lain... #APBD
   
    6. Mendagri sdh kirim hasil evaluasi #APBD versi Gubernur, dikirim juga ke DPRD...
    Mau tau hasilnya?
   
    7. Ternyata #APBD Gubernur banyak kesalahan, kejanggalan dan ketidakwajaran... menurut Mendagri
   
    8. Kesalahan substansial, teknis, landasan hukum dan masalah keberpihakan pada rakyat #APBD
   
    9. #APBD usulan Gubernur menunjukkan 5 hal yang memprihatinkan... Ironis
   
    10. 1/ #APBD versi Gubernur nunjukin lemahnya kemampuan teknis eksekutif dalam nyusun anggaran
   
    11. 2/ #APBD versi Gubernur nunjukin APBD yang tidak optimistik
   
    12. 3/ Juga nunjukin lemahnya pemahaman landasan hukum dalam nyusun #APBD
   
    13. 4/ #APBD versi Gubernur tidak berpihak ke rakyat dan tidak pro mengatasi masalah Jakarta
   
    14. 5/ Dalam #APBD versi Gubernur ternyata juga banyak anggaran tidak sesuai kepatutan dan kewajaran
   
    15. Soal kemampuan teknis, #APBD Gub Ahok banyak kesalahan penempatan dan nomenklatur anggaran
   
    16. Ada anggaran buat SKPD untuk kegiatan yang diluar tupoksinya..
    koq bisa? #APBD
   
    17. Ada juga pendapatan retribusi yang ditempatkan di pendapatan pajak...
    koq gitu? #APBD
   
    18. Malah masih banyak anggaran yang duplikasi antara SKPD pendidikan dengan olahraga #APBD
   
    19. Padahal di #APBD tahun 2013 udah jadi temuan BPK soal duplikasi ini...
    parah.
   
    20. Ada juga duplikasi dalam anggaran perjalanan rapat dalam kota Rp. 65,9 M #APBD
   
    21. Padahal udah ada Anggaran perjalanan Dinas Dalam Daerah Rp. 125 M.. #APBD
   
    22. Koq banyak kesalahan teknis soal penempatan dan nomenklatur... kan udah pake E-Budgeting? #APBD

    23. Apakah sistem alokasi dan nomenklatur yang dibuat di E-Budgetingnya ngga bener? #APBD
   
    24. Meski bagus buat pengawasan, kalo ngaco begini, harus dievaluasi sistem di E-Budgeting-nya #APBD
   
    25. #APBD usulan Gub Ahok juga ngga optimistik... target pendapatan lebih rendah dari APBD-P 2014

    26. Total #APBD hanya naik sedikit dibanding APBD-P 2014, padahal kebutuhan pembangunan banyak
   
    27. Dari sisi legal, banyak mata anggaran #APBD yang ditolak Mendagri karena ngga jelas landasan hukumnya
   
    28. Malah masih ada alokasi penerimaan dari retribusi penjualan minuman beralkohol #APBD
   
    29. Padahal peraturan yang jadi dasar hukumnya udah dicabut...
    koq bisa? #APBD
   
    30. Besaran anggaran di RKPD, KUA-PPAS dan R #APBD (RAPBD) juga ngga konsisten, padahal usulan yang sama
   
    31. Atau kegiatan yang tidak ada korelasi antara program dengan outputnya.. ini #APBD usulan Gub Ahok lho
   
    32. Ada lagi anggaran yang judulnya lanjutan kegiatan, padahal bukan program multiyears.. siluman? #APBD
   
    33. Ada juga anggaran Premi utk kegiatan SKPD Rp. 800 M, padahal hanya boleh utk rakyat miskin... siluman? #APBD
   
    34. Ada juga anggaran kegiatan yang bukan menjadi wewenang dan tanggungjawab Pemda DKI Jakarta Rp. 125.4 milyar.. siluman? #APBD
   
    35. Paling memprihatinkan adalah #APBD versi Gubernur ini ngga berpihak ke rakyat dan pembangunan
   
    36. Bayangin, alokasi untuk gaji dan tunjangan 16,5 T ( 24,5% total #APBD ), padahal pendidikan cuma 14,5 T
   
    37. Bidang Kesehatan cuma 6,6T dan bidang PU cuma 10,7T. Makanya dibilang ngga wajar dan irasional #APBD
   
    38. Lalu dimana keberpihakannya ke rakyat kecil ? #APBD
   
    39. Anggaran Tunjangan Kinerja sampe 10,85 T atau 16,1% total belanja. Ngga sesuai aturan di PP dan Permendagri #APBD
   
    40. Anggaran Tunjangan Kinerja ini dua kali lipat dari alokasi utk program Penanggulangan Banjir... koq bisa? #APBD
   
    41. Katanya program prioritas dan unggulan harus besar dan gak boleh dipotong ? #APBD
   
    42. Apa ini yang disebut anggaran pro pembangunan dan utk atas masalah Jakarta? #APBD
   
    43. Sekali lagi, ini #APBD usulan Gubernur lho...
    Jadi yang mana yang siluman ?
   
    44. Ada lagi anggaran honorer sampai Rp. 2,9T ...berlebihan #APBD

    45. Atau anggaran untuk Tenaga Ahli/Narasumber totalnya 850 M..
    utk apa? silumann? #APBD

    46. Makanya Mendagri juga bilang ini pemborosan, ngga rasional, ngga sesuai azas kepatutan #APBD
   
    47. Belum lagi Anggaran belanja Tak Terduga yang mencapai 1,2 T. Padahal tahun lalu cuma 87,1 M ..siluman? #APBD

48. Kita buka sekalian aja #APBD usulan Gubernur ini,.. biar warga sekalian melek

49. Ada anggaran perjalanan dinas dalam daerah dan luar daerah total Rp. 160,7 M.. harus dikurangi!!

50. Belum lagi anggaran sewa sarana mobilitas Rp. 776,6 M..fantastis, hrs dialihkan utk pelayanan dasar #APBD

51. Padahal ada juga belanja modal angkutan, ATK, komputer, mebel, alat studio, komunikasi total Rp. 1,03 T #APBD

52. Itu juga dilarang mendagri, kecuali berkaitan langsung dengan peningkatan pelayanan publik #APBD

53. Juga belanja jasa konsultansi Rp. 506,8 M...walah..
diminta dialihkan utk keperluan rakyat banyak #APBD

54. Kalau #APBD hasil pembahasan DPRD dibilang ngga wajar, apakah yang ini wajar dan ngga ajaib? :)

55. Mari kita pahami duduk persoalannya biar jelas dan terang dari hasil evaluasi Mendagri #APBD

56. Kalau #APBD usulan Gubernur seperti ini, wajar saja banyak dikoreksi Mendagri

57. Lalu, apakah tidak wajar kalau DPRD juga mempertanyakan usulan #APBD usulan Gubernur itu?

Sekian, evaluasi Mendagri atas #APBD Gub Ahok

***
kultwit: @Triwisaksana

Waka DPRD DKI Jakarta. Fraksi PKS.
Alumni Birmingham, Trisakti,

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...