Skip to main content

Nasibmulah Samad... Budi Waseso: Kasus Abraham Samad Cukup di Tangani Polsek Saja

Permintaan mantan Ketua Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad untuk diperiksa di Jakarta dinilai tidak masuk akal. Mabes Polri beralasan kasus besar atau kecil tetap ditangani Polda Sulawesi Selatan dan Barat.

"Sekarang kasus besar apa kecil kami enggak tahu kan? Kami enggak boleh begitu, semua warga negara Indonesia punya hak yang sama di mata hukum," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/2)

Samad, hari ini, dipanggil Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulselbar terkait kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan. Kuasa hukum Samad, Nursyahbani Katjasungkana, sebelumnya meminta pemeriksaan diadakan di Jakarta. Alasannya, Samad kini berdomisili di Jakarta.

Namun, Budi Waseso mengatakan kasus Samad sepenuhnya akan ditangani Polda Sulselbar. Menurut mantan Kapolda Gorontalo ini, Kepolisian setempat mampu menangani kasus tersebut. "Enggak perlu limpah-limpahan, itu sudah cukup. Kalau perlu polsek saja bisa dikasih itu,'' ucapnya.

Abraham ditetapkan tersangka oleh Polda Sulselbar pada Senin, 9 Februari. Namun, kepolisian baru mengumumkannya sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dalam sidang praperadilan, 17 Februari. Abraham diduga membantu Feriyani Lim, tersangka utama kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan di Makassar pada 2007.

Abraham disinyalir terlibat pemalsuan data kependudukan Feriyani Lim berupa kartu keluarga dan karta tanda penduduk saat pengurusan paspor. Feriyani Lim diketahui berasal dari Pontianak dan kini berdomisi di Jakarta.

Selain itu, Plt. Ketua KPK Sementara Taufiqurachman Ruki dalam sebuah kesempatan menyatakan tidak akan ikut campur tekait kasus hukum yang di alami Abraham Samad.

Media sosial tak mau kalah berikan respon kepada Samad. Muncul meme gambar yang bertuliskan : "Dulu Aku menyanjungmu setinggi langit, Kunobatkan sebagai Kepala Daerah terbersih, Kini Kau memecatku."

[hanter/pkn]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...