Skip to main content

Diejek Demian Aditya, "Rambut Nanas" Ki Kusumo Malah Banyak Ditiru Anak Muda

Paranormal Ki Kusumo tengah berseteru dengan pesulap Demian Aditya.

Salah satu pemicunya adalah komentar Demian tentang model rambut Ki Kusumo yang disebut "rambut nanas".

Di tengah konflik yang masih panas, ada hal menarik yang terjadi. Rambut nanas Ki Kusumo kini banyak ditiru orang.

Hal ini diketahui dari postingan beberapa pengguna Twitter yang memerlihatkan gaya rambut baru mereka. Salah satunya Rama, pemilik akun @baratayuda99.

"Ikut gaya Ki Kusumo ah @kikusumo. Rambut nanas# biar terkenal," cuit Rama. "Ke salon #ganti model rambut dulu guys," tambahnya sambil mengunggap foto dirinya sehabis dari salon.

Foto rambut nanas yang diunggah Rama mendapat sambutan beragam, salah satunya dari Andayani Tjipto. "Buah gambas di atas mobil. Rambut nanas makin komersil. ga lama lagi jd iklan shampoo yak ki," cuitnya.

Saat dimintai komentarnya, Ki Kusumo nggan berkomentar banyak. "Jadi tren atau tidak itu urusan masyarakat. Mereka kan yang menilai," ungkapnya saat dihubungi via ponsel Rabu (25/2).

Paranormal yang membuka praktek di kawasan Jatiasih Bekasi ini mengaku masih jengkel dengan ucapan Demian yang menyebut rambutnya mirip dengan nanas.

Apalagi, banyak netizen yang ikut memanas-manasi situasi dengan mengunggah foto dirinya yang dipasangkan dengan buah nanas. [Tabloidbintang]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...