Skip to main content

Ini Dia Gaya ‘Sengak’ Gibran Rakabuming



Iriana Jokowi lakukan jumpa pers dengan wartawan tentang persiapan pernikahan Gibran-Selvi, di Gedung Graha Saba Buana Sumber Solo, Jawa Tengah, Selasa malam, sekaligus mengenalkan calon menantunya kepada khalayak media

Ibu Negara Iriana Joko Widodo telah secara resmi tadi malam mengenalkan calon menantunya yang akan dinikahkan dengan putra sulungnya Gibran Rakabuming.

Menurut Iriana, pihaknya mengenal calon menantunya Selvi tersebut ketika menyematkan mahkota juara putra putri Solo 2009, dan Bapak Jokowi saat itu masih menjabat Wali Kota Surakarta.

“Saya ketika itu, melihat Selvi dalam batin saya anak perempuan ini cantik sekali. Namun, Selvi ternyata kini menjadi calon menantu saya,” kata Iriana saat menceritakan pertemuannya pertama dengan calon menantunya itu.

Namun, putra sulungnya Gibran pada 2009 menjadi salah satu juri pemilihan putra putri Solo, dan dia belum mengenal Selvi.

Putranya mengenal Selvi ketika sama-sama mengikuti acara di Singapura 2010, dan keduanya saling mengenal hingga sekarang menjadi calon menantunya. “Saya datang ke Solo sudah bertemu dengan pihak keluarga perempuan, dan ada kesepakatan untuk menikahkan Gibran dengan Selvi,” kata Iriana.

Menurut Iriana, pihaknya belum bisa mengumumkan tanggal berapa Gibran-Selvi akan melangsungkan pernikahannya, tetapi yang jelas pada awal Juni mendatang. Soal undangan masih didata dan yang mempunyai hajatan pihak keluarga perempuan di Solo.

Tetapi, diluar acara jumpa pers yang berjalan baik dan penuh keramahan dari ibu negara iriana jokowi tadi malam, kembali awak media mendapatkan ‘gaya’ gibran rakabuming yang masih kurang enak dilihat.

Keramahan ibu negara Iriana Jokowi seolah berbanding terbalik dengan apa yang ditampilkan Gibran rakabuming selama jumpa pers berlangsung.

Gibran seolah memberitahukan rasa ‘malas’ nya dan tidak mau ‘bersahabat’ dengan seluruh awak media.

Gestur tubuh Gibran seolah menandaskan dirinya masih tidak bisa berubah sejak jumpa pers Jokowi pada saat mengenalkan anak anaknya pada saat akan menghadiri acara pengambilan sumpah di DPR.

Gibran memang berbeda dengan kedua adiknya yang biasa murah senyum dan ramah kepada awak media.

Bahkan Jokowi sendiri seolah ‘memahami’ karakter sang anak sulungnya, yang memang memiliki karakter ‘gue beda banget’ tersebut.

Mungkin Gibran belum sepaham dan seluwes kedua adiknya yang sadar mereka anak dari seorang presiden di Indonesia, dimana penampilan, gaya bahasa serta karakter nya akan selalu dilihat oleh rakyat indonesia. [fahreenheat]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...