Skip to main content

Heboh! 'Presiden' Ridwan Kamil, Bukan Jokowi jadi Trending Topic Twitter



Hari Jum'at (17/4) adalah hari yang menghebohkan di media sosial Twitter, mengapa? Lantaran Kalimat : Presiden' Ridwan Kamil dan Bukan Jokowi duduki trending topic di Twitter (lihat gambar). Ini terjadi karena banyak netizen yang pastinya mendiskusikan kata-kata tersebut sehingga algoritma Twitter bekerja dan menjadikan 'Presiden' Ridwan Kamil dan Bukan Jokowi masuk Trending Topic di hari Jum'at yang berkah.

Rupanya kehebohan tersebut imbas dari sebuah testimoni netizen yang menuliskan sebagai berikut:

***

'Presiden' Ridwan Kamil

Barusan saya chatting dgn sobat saya dari Kenya dan South Africa, saya tunjukkan foto gladi resik KAA di Bandung. Mereka terpesona dengan 'Presiden' yg katanya fotogenik dengan topi (peci) khas Indonesia. Rupanya mereka menyangka yang Presiden itu Ridwan Kamil, berhubung Bung Karno sebagai penggagas KAA, bajunya putih dan berpeci hitam. Cara Kang Emil menggulung baju putihnya, jadi mirip cara Prabowo pake seragam putih-krem dan peci hitam :)

Walikota Bandung memang keren, sudah cakep, visual Bandung pun makin cakep, semoga diiringi dengan content. Yang jelas, Bandung skrg lebih nyaman, banyak tempat publik berinteraksi, tulis Sidrotun Naim (16/4).

Tulisan diatas di jadikan berita oleh laman Piyungan (17/4) dengan judul :'Presiden' Ridwan Kamil' dan tersebar luas, bebas serta masif di lini masa Twitter.

***

Kembali kepada efek dari trending topic 'Presiden' Ridwan Kamil dan Bukan Jokowi yang masih gemparkan dunia maya, netizen pun berkomentar.

"Semoga nanti bangsa ini di pimpin oleh 'Presiden' Ridwan Kamil, aminn yarobal alamin... #JumatBerkah Cc : @ridwankamil," tulis akun @iman_pitoy dengan penuh harap.

"Bule pun tau mana yg pantas haha 'Presiden' Ridwan Kamil Bukan Jokowi..."," tulis @FitriFW_ dengan gaya humor tapi mengena.

Sedang Jonru yang dikenal selalu mengkritik Jokowi pun tak mau ketinggal. Ia pun berkomentar di laman Twitter, "Wah ini trending topic kok kurang ajar banget ya? #Radikal," tulisnya dari akun miliknya pribadi @jonru. [sal]  

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...