Skip to main content

Mengapa Rasulullah SAW Dinamakan Muhammad? Ini Rahasianya



Dalam kitabnya yang berjudul an-Nahjah as-Sawiyyah fi al-Asma’ an-Naba wiyyah, Imam as-Suyuthi mengungkapkan rahasi di balik penamaan Rasulullah SAW dengan panggilan Muhammad. Menurut Suyuthi yang lahir di Kairo, 1 Rajab 849 itu, dari sekian nama, Muhammad adalah panggilan yang paling dikenal.

Nama ini diberikan oleh sang kakek, Abdul Muthallib, usai akikah dengan menyembelih satu ekor kambing. Saat ditanya, mengapa cucunya diberi nama Muhammad dan bukan nama nenek moyangnya, sang kakek yang memiliki nama julukan Abu al-Harist itu menjawab, ia ingin cucu kesayangannya itu dipuji oleh Allah di langit dan disegani lalu diteladani umat manusia yang hidup di bumi.

Mengutip perkataan al-Qadhi ‘Iyadh, Suyuthi yang bermazhab Syafii itu mengatakan, kedua nama yakni Muhammad dan Ahmad termasuk salah satu tanda kebesaran Allah sekaligus keistimewaan bagi Rasulullah. Allah berkehendak dan menggunakan kuasa-Nya untuk menjaga kedua nama tersebut. Sebelum Rasulullah lahir, tak ada satu pun orang Arab yang menggunakan nama tersebut.

Hal ini tak lain dimaksudkan untuk menghindari kekacauan dan timbulnya ke raguan terhadap sosok Mu hammad, terutama saat pengukuhannya sebagai na bi dan rasul. Bisa dibayang kan bagaimana jadinya jika ke dua nama itu adalah nama yang lumrah atau “pasaran”. Al-Qadhi ‘Iyad menambahkan, pemakaian nama itu muncul tak lama setelah tersiar kabar seorang rasul akan diutus di Tanah Arab. Mereka berharap, dengan memberikan nama tersebut, seorang rasul yang sedang menjadi perbincangan seantero jazirah Arab kala itu, berasal dari kalangan mereka. [Rol]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...