Skip to main content

"Skenario 'Adu Domba' Intelijen JKW Lumpuhkan Aksi Buruh & Mahasiswa" by @SurYosodipuro



    Ini Dia Operasi Intelijen Jokowi Adu Domba Gerakan Buruh dan Skenario Jokowi Lumpuhkan Gerakan Mahasiswa dan Rakyat 20 Mei 2015
   
    1.Menghadapi gerakan massa buruh pada 1 Mei 2015, yang kemungkinan mengarah pada tuntutan pelengseran Presiden Joko Widodo,
   
    2. “intelijen Istana” sudah menyiapkan sejumlah upaya untuk mengembosi aksi massa pada peringatan Hari Buruh tersebut.
   
    3.Analisis itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (21/04). “Pihak Istana ketakutan gerakan buruh 20 Mei 2015
   
    4. Mereka khawatir gerakan buruh ini bisa menduduki Istana, terlebih lagi berbagai kebijakan Jokowi sangat menyakiti kelompok buruh,
   
    5.Saat ini ‘Istana’ berupaya meredam kelompok buruh dengan mengajak dialog dan makan siang dengan para petinggi organisasi buruh n Mahasiswa
   
    6.Politik Jokowi itu selalu kompromi mengajak dialog, tetapi hasil dialog tidak ada tindak lanjutnya,”
   
    7.Istana pun sudah menyiapkan jabatan bagi petinggi organisasi buruh agar tidak melakukan unjuk rasa pada 1 Mei 2015. “
   
    8. Masih ada beberapa pos yang bisa dikasih untuk petinggi buruh. Mereka bisa jadi komisaris BUMN ataupun staf lainnya di Istana,”
   
    9.rezim Jokowi juga akan memecah belah kelompok buruh menjadi beberapa bagian. “Nantinya yang demo ada yang mendukung kebijakan Jokowi.
   
    10. Ini hanya strategi Jokowi untuk memecah belah dan harus diwaspadai,”
   
    11.Jokowi tlh melakukan adu domba klpk buruh dgn ajak pimpinan buruh makan siang n pergi ke Semarang dgn menggunakan pesawat kepresidenan.
   
    12. “Ini strategi adu domba, atasannya diajak makan, gerakan di bawah bisa terpecah,”
   
    13.Kalangan buruh melihat byk kebijakan Jokowi yang justru membebani masyarakat bawah. “Buruh inginnya ganti sistem dan ganti pemerintahan,
   
    14.tetapi para pemimpin buruh berjanji dlm demonya tdk akan menyuarakan pergantian kekuasaan. Ini artinya gerakan buruh tidak ada artinya,”
   
    15. Gerakan buruh itu tidak harus dalam berdemonstrasi tetapi memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat.
   
    16.Pendidikan itu disuarakan dlm demonstrasi n selebaran bhw kepemimpinan saat ini tdk pl dipertahankan krn sengsarakan buruh n rakyat kecil
   
    17. Dalam acara peringatan hari buruh 1 Mei 2015 perlu diwaspadai adanya menyusup yang berusaha untuk mendeskreditkan gerakan buruh.
   
    18. “Perlu diwaspadai rezim ini bisa semaunya saja termasuk mendeskreditkan gerakan buruh,”
   
    19. Presiden Joko Widodo akan memanfaatkan mantan aktivis mahasiswa untuk menggembosi aksi mahasiswa yang menentang kebijakan rezim Jokowi.
   
    20.Pertemuan Jokowi dgn mantan aktivis mahasiswa di Gedung Joeang 45, Menteng,(16/04),utk lemahkan aksi2 mahasiswa,yg belakangan ini marak.
   
    21. “Pertemuan itu tak lebih sebagai upaya mantan aktivis untuk mencari muka kepada penguasa demi mendapatkan jabatan,”
   
    22. Mantan aktivis mahasiswa berkepentingan agar bisa diakomodir masuk di lingkaran kekuasaan Jokowi.
   
    23. “Sekarang sejumlah mantan aktivis mahasiswa lintas generasi punya keinginan untuk diakomidir di kekuasaaan.

    24. Mereka mencoba mengadakan dialog antar generasi,”
   
    25. beberapa mantan aktivis mahasiswa lintas generasi yang berambisi menggelar dialog telah menjadi pendukung Jokowi saat Pilpres 2014.
   
    26.Saat pencalonan capres Jokowi menggelar pertemuan di Gedung Joeang 45.Saat inipun Jokowi perlu dapat dukungan dr mantan aktivis mahasiswa
   
    27.Ada kemungkinan dlm pertemuan itu, ada upaya utk menggembosi aksi mahasiswa 20 Mei 2015 yg menginginkan Jokowi-JK turun dari jabatannya.
   
    28. “Bisa jadi pertemuan di Gedung Joeng itu, sebagai upaya untuk menggembosi gerakan mahasiswa dan rakyat pada 20 Mei 2015,”
   
    29.Saat ini popularitas Jokowi dalam posisi terendah di mana berbagai kebijakan pemerintah banyak merugikan rakyat.
   
    30. “Saat ini kebijakan Jokowi merugikan masyarakat kecil. Rakyat sudah menjerit. Mereka ini akan menuntut langsung ke Jokowi,”
   
    31. Demikian pencerahan hari ini semoga bermanfaat . Selamat MayDay 1 Mei 2015
   
    Sudah diduga....demo buruh pada may day ini hanya sebatas seremoni saja. Tak ada GONG nya.
   
    Kasihan para buruh,, ternyata mek di iming2 i pembangunan rumah murah utk buruh.apa para buruh sdh lupa kalo jkw itu tukang tipu, bohong,
   
    Beberapa tu.tutan buruh ..naik ump dan hapus outsourching..saya cukup bilang "MIMPI KALI YEE "
   
    apa para buruh tdk ingat kalo si jkw jualan indonesia ke luar negri dengan TAG LINE UPAH MURAH DI INDONESIA....
   
    Para buruh jg lp engkoh sofyan wanadi yg ketua APINDO ada di pemerintahan. Dia paling tdk setuju outsourch di hapus dan upah yg tinggi.
   
Kekuatan buruh telah dilumpuhkan ... akankan kita masih layak berharap pd kekuatan mahasiswa ?
   
    Ga ada ceritanya kalo demo tertib dan teratur bisa menumbangkan suatu rezim...
 
 Ga ada kisah nya suatu rezim akan sukarela.turun dr tahtah kalo tidak di paksa dengan kekuatan.....

    Dan tidak ada sejarahnya revolusi tanpa ada kekerasan dan korban..-.kalo.semua damai2 saja namanya arisan bukan revolusi...

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...