Skip to main content

Ajaib! Ribuan Kios Hangus Terbakar, Mushalla Sedikit Pun Tak Terbakar


Sebuah musala di Kawasan Pasar Damaran, Kompleks Pasar Johar dan Pasar Yaik meski dikepung oleh si jago merah yang mengamuk tak sedikit pun terbakar. Musala Kyai Damar yang tepatnya berada di depan Kampung Sumeneban, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah ini selamat dari kepungan di jago merah.

Padahal bangunan rumah dan toko yang ada di depan seberang jalan dan samping kanan dan kiri hangus akibat terbakarnya Pasar Johar dan Pasar Yaik yang menghanguskan ribuan kiosnya.

"Alhamdulillah mukjizat. Waktu itu habis maghrib setelah salat di sini (musala), saya ke kios saya warung makan di seberang jalan. Sekitar pukul 19.30 WIB saya sampai di rumah. Tiba-tiba dikabari kalau ada kebakaran di pasar," ungkap Aliyah (44 tahun) Ketua Majelis Taklim Selapanan Ahad pagi musala Kyai Damar saat ditemui merdeka.com Minggu (10/5) di musala Kyai Damar bercat warna hijau itu.

Aliyah mengaku saat sampai di musala Kyai Damar, api belum membesar. Bahkan barang dagangan berupa bawang putih dan merah di kios suaminya sempat diselamatkan masuk ke musala.

"Sampai sini masih selamatkan pasar suami saya di pasar brambang bawang. Saya masukan ke musala. Ternyata api sudah tiga rumah dari utara. Yang penting jauh dari api," jelasnya.

Meski barang dagangan suaminya selamat, namun dua kios warung makan miliknya sudah hangus dilalap si jago merah.

"Api sudah bakar dua warung nasi saya saya pasrah sama Allah. Saya lihat sampai sini masih seperti ini. Dibantu keras sama warga alhamdulillah ambil air musala kemudian berupaya menyirami api di sekitar bangunan musala, ternyata api datang dari belakang. Warga bantu dari depan dan samping belakang," ungkapnya.

Selama melawan api yang mengamuk, dirinya beserta beberapa para jamaah musala sambil mengumandangkan azan, takbir, takmid dan takdim.

"Sambil menyirami bangunan yang mengitari musala, kami (para jamaah) melakukan azan dan zikir, wirid tanpa dibantu oleh pemadam. Ternyata sekarang ini musala kami selamat dan tidak sedikit pun tersentuh oleh jilatan api. Padahal ribuan kios dan sebanyak empat rumah tersebut hangus oleh api," ungkap Aliyah menutup ceritanya.

Sampai siang ini masih terdapat beberapa titik api di bagian dalam Kawasan Pasar Johar dan Pasar Yaik di Jalan H Agus Salim, Kota Semarang. Beberapa pedagang masih berupaya untuk mengais-ngais sisa kebakaran di toko mereka masing-masing. Bahkan setelah api tidak sebesar semalam beberapa pedagang dibantu dengan petugas TNI-Polri ikut menyelamatkan barang-barang yang masih utuh untuk dibawa keluar dari dalam kios mereka.


sumber : Merdeka

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...