Skip to main content

Novel Baswedan Yang Tangkap LHI Tengah Malam Dulu, Kini Di Tangkap Polisi Tengah Malam Juga


Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dijemput oleh KPK. KPK menjemput Luthfi di Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang Jakarta, Rabu (30/1/2013) malam. Apakah akan ditahan?

Penjemputan itu dilakukan sekira pukul 23.30 WIB. Sebanyak kurang lebih delapan penyidik KPK datang ke kantor pusat PKS. Penjemputan itu dipimpin oleh Kompol Novel Baswedan.

KPK sudah datang ke kantor Pusat PKS sejak pukul 23.00 WIB. Mereka langsung naik ke ruang rapat pimpinan. Namun mereka tidak langsung membawa Luthfi. Penyidik membiarkan Luthfi menggelar jumpa pers di depan wartawan, demikian dilansir Jaringnews.

Nah, apa yang dilakukan Novel Baswedan dulu terhadap LHI, sepertinya malah terjadi kepada dirinya sendiri, hukum alam memang selalu terjadi dengan apik. Ya, pihak penyidik kepolisian menjemput paksa Novel Baswedan di rumah pada tengah malam, yakni pukul 23.59 wib lewat, hampir pergantian hari, Kabareskrim sudah ada di lokasi rumah Novel untuk menangkap.

Berikut kronologi penangkapan Novel Baswedan berdasarkan laporan detikcom. 

Tepat pergantian hari menuju Jumat (1/5/2015), serombongan penyidik dari Bareskrim Mabes Polri mendatangi rumah penyidik senior KPK, Novel Baswedan di Jakarta Utara. Tanpa basa-basi, para penyidik langsung meminta Novel untuk ikut dibawa ke Bareskrim Mabes Polri.

Ada setidaknya 13 penyidik Polri yang mendatangi rumah Novel. Sontak saja, kedatangan para perwira polisi itu mengagetkan keluarga Novel.

Novel Baswedan sendiri sebenarnya baru saja pulang ke rumah. Novel memang hampir setiap hari pulang larut malam dari kantornya, di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kronologi penjemputan paksa Novel menurut cerita sang istri Rina Emilda yang menceritakan melalui sambungan telepon:

Jumat (1/5/2015) pukul 00.00 WIB
Polisi mendatangi rumah Novel Baswedan si daerah Jakarta Utara. Suara bel rumah membangunkan istri Novel, Rina Emilda.

Pukul 00.10 WIB
Sang istri membangunkan Novel Baswedan, memberitahu suaminya ada tamu. Setelah dilihat, ada 13 orang. Orang-orang itu menyebut diri dari Bareskrim Polri dan memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan Novel Baswedan.

Pukul 00.15 WIB
Novel tak diberi kesempatan untuk berganti pakaian. Tak sampai 20 menit, Novel Baswedan dibawa pergi dari rumahnya.

Pukul 00.20 WIB
Novel Baswedan berpesan pada sang istri, supaya menghubungi pengacara pembela KPK. [sal]

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...