Skip to main content

Novel Baswedan Cuma 'Tumbal' tuk Pengalihan Isu Demo Buruh di #MAYDAY @bang_dw




sudah jelas | penangkapan novel baswedan adalah bmaksud menutupi headline media terkait demo buruh | lalu nanti tanggal 20 mei ditutupi apa?

kasihan buruh demo panas panas, cape cape tapi kaga keliatan agenda aksi nya | semua media bahas novel baswedan | #kamprett

gw tanya | adakah media yang jadikan headline agenda demo buruh di halaman muka nya | semuanya ditutup novel baswedan | #kamprett

agenda 1 mei buruh sudah berhasil ditutupi | tapi nanti satu bulan mei ini ditutupi penangkapan dan gorengan apa lagi | #tanya | 20 mei

sebuah deception akan bernilai menutupi satu bulan headline media | #gorengan | untuk bombastis targetnya harus tokoh besar | #20Mei

belajarlah | satu orang novel baswedan bisa bernilai untuk tutupi satu hari aksi ribuan buruh | lalu untuk redam aksi 20 mei apa?

teori deception pada media | yg utama adalah adanya BAHAN UNTUK DIGORENG | yang nyiapin bahan misalnya Bareskrim kepada novel | lalu nanti?

gw cuma dapat satu ingpo | awalnya haji lulung yg akan dijadikan gorengan | tapi ternyata diniali tak memiliki nilai jual lama | #gorengan

#gorengan yang bernilai lama | harus lah yang memiliki impact atau goncangan yang memerlukan klarifikasi klarifikasi | pejabat atau tokoh

#gorengan yang bernilai lama | adalah dimana adu argumen dipublik menjadi makanan sehari hari | media hanya jadi kompor meleduk | #deception

#gorengan yang bernilai lama | ketika publik ikut terseret dalam pembangunan opini versus | media hanya memainkan opini publik

novel baswedan krn menyeret nama KPK | itu yang buat opini makin seksi di mainkan dan digoreng | KPK vs POLRI | tapi skala kecil | satu hari

tapi bagaimana kalau yang digoreng dan dimainkan jadi opini ngeri ngeri sedap adalah pejabat publik dari sebuah partai yang dikenal bersih

impact alias dampak opini yang ditimbulkan | ibarat gempa dengan skala besar | menjangkau radius ratusan kilometer | dan mampu meredam semua

novel baswedan yang ditangkap | tapi mengapa KPK yang harus sibuk membangun dan melawan opini media | #opini

lalu bagaiman kalau yang disangkut adalah pejabat publik yg dikenal baik dan bersih | bagaimana partai nya akan seperti KPK membangun opini

Novel Baswedan itu contoh pelajaran terbaik sebuah settingan deception | sekejab dan seketika | tapi mampu menutupi semua | #belajarlah

KPK dan partai tersebut akan berusaha mbangun dan melawan opini | karena publik lebih percaya kepada opini yang dibangun media | #belajarlah

itulah yang diinginkan oleh mereka para pembuat settingan | semua akan terseret dalam membangun dan melawan opini | #gorengan kamprett

melihat semuanya terseret kepada opini penangkapan novel | sementara aksi demo ribuan buruh menjadi sebuah ceremony biasa tanpa arti

melihat nantinya semua opini akan terseret pada satu tokoh | sementara hal anti kepada pemerintah akan semakin teredam dengan sendirinya

bacalah kawan | bacalah semua arah settingan yg akan dibangun | novel itu sebuah pelajaran terbaik tentang opini dan settingan untuk tutupi

satu point penting | sekarang The Man show nya adalah | Kabareskrim Polri | jadi inget penangkapan susno duadji | berarti uda spesialisasi

uda ahlinya | membangun opini untuk tutupi | dulu susno, lalu novel dan nanti?

demikian celoteh saya disbtu pagi | mbari siap siap mulung lagi dijalan kuningan | selamat berakhir pekan tuips

***
kultwit : @bang_dw

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...