Skip to main content

Keadaan "Kacau Balau' Jokowi Masih Blusukan, Ini Presiden Atau .....


Beberapa pakar ilmu jiwa mengatakan, berbelanja dapat mengurangi tingkat depresi dan menyegarkan kembali pikiran.

Mungkin hal ini juga yang melatarbelakangi kunjungan Jokowi ke Pasar Blok A Tanah Abang dan Waduk Pluit hari ini, Ahad, 25 Januari 2015. Jokowi butuh refreshing untuk melepas penat akibat kisruh KPK - Polri yang dipicu keputusannya untuk menunjuk Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jokowi berhenti di tiap toko yang dilaluinya hanya untuk melayani permintaan selfie bareng oleh pedagang maupun pembeli. Jokowi pun nampak memborong sekodi kain sarung di sebuah toko dan membayar tunai senilai 1 juta rupiah.

Lelah berkeliling di lantai bawah Blok A Pasar Tanah Abang, Jokowi dikabarkan langsung kembali ke Istana. Padahal menurut jadwal yang dirilis Biro Pers Kepresidenan, Jokowi seharusnya masih harus berkunjung ke Tanjung Priok, Muara Baru dan Kampung Deret.

Kunjungan Jokowi ke Blok A untuk berbelanja dan berselfie ria ini mengundang komentar heran dari netizen.

@widiyaRR: Lucu bgt dah jokowi. Orang2 pada kecarian dia. Eh... Taunya malah belanja ke tanah abang. Aduh pak kmn2 toh ya bilang biar pada ga kecarian!

@ayiful: Sebagian orang atasi masalah/kegalauan dengan belanja...salah satunya Jokowi.. dia ke Blok A Tanah Abang

@_RajoSutan_: Tadi pagi jokowi blusukan ke blok A tanah abang ya.. Kasihan RAKYAT TAK JELAS hanya dibujuk dengan pencitraan...#ibakita

@ulil: Keadaan kacau gini masih blusukan di Pasar Blok A..


Santainya Jokowi menghadapi keadaan yang dianggap banyak kalangan sebagai kondisi genting, memang mengundang rasa heran. Rakyat butuh pemimpin yang tegas dan berwibawa. Bukan pemimpin yang pandai belanja dan berselfie ria. (fs)

Popular posts from this blog

Usai Keluarkan Perpres Soal Kenaikan DP Mobil Pejabat, Nah Lho..Jokowi Bingung!

"Plin Plan pakdhe nih," tulis akun @ebritino  di Twitter terkait sikap Jokowi yang sepertinya kebingungan usai keluarkan Perpres No 39/2015. Ada pun Perpres tersebut mengatur soal kenaikan uang muka (DP) kendaraan mobil pejabat dari Rp 116 juta menjadi Rp 210 juta. Sikap 'plin plan' Jokowi ini apa karena ada banyak protes dari publik atau ada faktor lain memang belum ada klarifikasi dari pihak Istana. Yang ada hanyalah Jokowi sebut akan mengecek ulang Perpres No 39/2015 tersebut. Dikutip laman Detik (5/4) , bahwa Presiden Jokowi berjanji akan mengecek Perpres yang berisi kenaikan nilai uang muka pembelian mobil pejabat negara. Selain itu dirinya juga mengakui bahwa kebijakan itu tidak tepat dilakukan saat ini. "Saat ini bukan saat yang baik. Pertama karena kondisi ekonomi, kedua sisi keadilan, ketiga sisi (penghematan) BBM," tutur Jokowi setelah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dari kampung halamannya di Solo, Minggu (5/4...

Tak Bela Ahok, Desy Ratnasari: Lebih Baik Sertifikat Diberi Kepada Pelacur Yang Tobat

Anggota Komisi VIII DPR Desy Ratnasari menyatakan tidak menyetujui wacana pemberian sertifikasi kepada pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Desy justru menyarankan gagasan tersebut seharusnya diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut. "Sertifikasi lebih baik diberikan kepada PSK yang mau meninggalkan profesinya tersebut dan mau beralih profesi," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut melalui pesan singkat (SMS) kepada Republika, Selasa (28/4). Menurut dia, pemberian sertifikasi tersebut lebih baik diberikan kepada mantan kupu-kupu malam yang mau melakukan pekerjaan lainnya. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik, tidak seperti sebelumnya menjajakan diri. Artis kenamaan Indonesia itu menilai, pemberian sertifikasi kepada mereka yang bertobat lebih bagus dibanding kepada PSK yang masih menjalani pekerjaan tersebut. Hal itu juga mungkin bisa menjadi apresiasi bagi mereka yang bertobat. Pasalnya,...

Ironi...Lapindo Di Urus Pemenrintah, ARB Malah Buang-buang Duit

Ironi sekali, ketika masyarakat Sidoarjo menanti penggantian atas tanah mereka yang tertutup lumpur Lapindo, Aburizal Bakrie alias Ical sebagai pemilik malah asyik buang duit untuk rebut kekuasaan di Golkar. "1 bulan lagi 29 Mei genap 8 tahun sudah Lumpur Lapindo mengubur beberapa kecamatan di sidoarjo Jatim. Aburizal Bakrie sang empunya malah kini sedang berasyik masyuk mengutak ngatik pemerintah dan Golkar agar dapat melanggengkan kekuasaannya sebagai ketua umum dengan berbagai cara dilakukan, puluhan bahkan ratusan milyar biaya mengalir untuk melanggengkan kekuasaannya," kata Ketua Lembaga Penyelidikan, Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi RI (LP3KRI), Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (27/4). Samsul menuturkan, sudah bertahun-tahun penantian masyarakat memperoleh ganti rugi yang tak kunjung selesai. Diera SBY, pemerintah berbaik hati turut mengucurkan miliaran rupiah untuk menanggulangi dampak kerugian dan sosial yang diakibatkan kecerobohan perusahaan tambang dib...